Kamu Suka Mengajar? Yuk Simak Inspirasi dari Indonesia Mengajar

Kali ini Cerdaskan.ID akan memuat artikel mengenai salah satu cara pengabdian kepada Indonesia, yaitu mengajar dan mengedukasi. Buat yang memiliki passion dalam memberikan pengajaran dan meningkatkan sumber daya manusia, artikel ini bisa dibaca sampai tuntas loh.

Sudah saatnya kamu yang memiliki minat mengajar tinggi untuk bergabung demi mengentaskan ketidakmerataan pendidikan di Indonesia. Dengan bergabung menjadi bagian gerakan Indonesia mengajar, kamu akan banyak mendapatkan ilmu. Yuk baca sampai tuntas artikel kamu suka mengajar? Yuk simak inspirasi dari indonesia mengajar ini.

Pendahuluan

Mengajar dan Menginspirasi anak-anak gaes. Source: Pexels.com

Mengajar merupakan bagian dari kegiatan menjaga rantai ilmu. Rantai keilmuan ini sangatlah sentral fungsinya. Dengan ilmu yang terjaga, selain mendatangkan manfaat bagi pemiliknya, akan membuat orang lain menjadi sepertinya. Ini juga merupakan tujuan dari sebuah pendidikan. Tujuannya yaitu membuat individu bisa struggling dalam kehidupan. Tentunya, orang yang berilmu akan membuat jalan perjuangan hidupnya lebih efektif dan bijak. Untuk membuka jalan itu tentunya diperlukan elemen penting, yaitu mengajarkan ilmu pada generasi berikutnya.

Baca juga: Rekomendasi Kursus Bahasa Mandarin di Kelapa Gading – Harga, Lokasi, Fasilitas dan Detail Lengkap.

Di atas merupakan urgensi mengajar dan pendidikan dalam skala individu. Dalam skala nasional, pendidikan guna mendongkrak kemajuan bangsa tersebut. Tujuan bangsa tentunya mutual dengan tujuan individu. Individu dapat meraup keuntungan, begitupun bangsa yang elemennya terdiri dari individu tersebut. Oleh karenanya mengapa gerakan mengajarkan ilmu dan menebarkannya bak jamur yang tumbuh subur tiap tahunnya.

Muara misi dari setiap komunitas gerakan mengajar pastinya linier dengan kepentingan bangsa. Kepentingan untuk mencerdaskan anak bangsa, memberikan pendidikan yang merata dan membuat bangsa ini bisa bersaing di kancah Internasional. Untuk mencapainya, tentu diperlukan kesadaran semua selaku pemangku bangsa.

Yuk baca artikel inspirasi dari Indonesia mengajar di bawah ini, siapa tahu kamu tertarik.

Inspirasi dari Indonesia Mengajar

Esensi Mendidik dari Moh. Zahirul Alim

Moh. Zahirul Alim merupakan angkatan XV dalam Indonesia Mengajar. Zahirul berbagi cerita mengenai bagaimana esensi mendidik yang didapatkannya selama pengajaran di SD 5 Pulau Kerdau. Menurutnya, esensi dari mendidik yaitu sebuah pendampingan. Di dalam benaknya, anak-anak memiliki potensi yang berbeda dan merupakan pribadi yang unik. Karenanya, mereka memerlukan pendamping untuk mengembangkan, menanamkan dan meningkatkan diri sesuai potensi dan transfer pengetahuan.

Baca juga: Review Buku: Mengungkap Politik Kartel

Makna tersebut ia dapatkan dari pengalaman mendampingi anak selama satu tahun. Satu tahun mendampingi anak membaca di perpustakaan setiap pukul 07.00, belajar di kelas dan luar kelas, melakukan shalat berjamaah, senam dan gosok gigi, berperilaku sehingga proporsional, serta membersamai mereka dalam menjaga alam bahari kehidupan pulau.

Dari pengalaman satu tahun itu, Zahirul menyingkap bahwa anak perlu orang tuda dan guru untuk mendampingi, menemani, memfasilitasi dan memberi empati kepadanya. Oleh karena itu, anak memerlukan adanya pendamping yang hadir dalam setiap fase kehidupannya.

Takbir Sang Musafir dari Aditya Erlangga Putra

Inspirasi selanjutnya yaitu dari Aditya Erlangga Putra. Aditya merupakan alumnus UNAIR jurusan Ilmu Hubungan Internasional. Pengalaman mengajar ke penjuru Indonesianya yang masih hangat, yaitu tahun 2018 lalu. Adit banyak sekali mendapatkan pengalaman berharga, dimulai dari harus menjalani ramadhan dan lebaran di kampung orang dan kepolosan anak-anak yang mengajarkannya untuk terus merefleksi hidup.

Baca juga: Kursus Akuntansi di Indonesia – Alamat, Kontak, Harga dan Detil lainnya.

Dalam penugasannya, Adit mendapatkannya di Desa Danau Bungara. Disana Ia sudah menjadi bagian dari pengajar yang dirindukan oleh anak didiknya. Dalam ceritanya anak-anak dengan polosnya mencari perhatiannya, menanyakan kehadirannya, bahkan sempat menelepon dengan nomor tidak dikenal. Pengalaman luar biasa lainnya yaitu mendapatkan banyak kebaikan di tanah Aceh tersebut. Menurutnya jauh dari keluarga bukan berarti tidak punya tempat untuk pulang dan merasakan kehangatan.

Betapa banyak kenikmatan dan kebaikan yang didapatkan dari sana. Mendapatkan keluarga orang seperti keluarga sendiri, yang pada akhirnya dijodohkan dengan salah satu anak gadis keluarga tersebut. Dari Indonesia Mengajar, Adit mendapatkan bahwa banyak sekali orang baik nan perhatian dan perduli dengan keberadaanya. Dikutip darinya bahwa “Entah kebaikan apakah yang dilakukan oleh Orang tua kami di rumah, hingga disinipun banyak bertemu dan ditolong oleh orang-orang baik lainnya”.

Berbagi Inspirasi dengan Anak Batubi dari Bayu Cakra Buana

Inspirasi selanjutnya datang dari alumnus IPB jurusan biokimia yang mengajar satu tahun di SDN 3 Trans Desa Putri, Bunguran Barat, Kabupaten Natuna. Salah satu pengalamannya yaitu betapa antusiasnya anak-anak natuna ketika bertemu dengan beberapa tamu dari beragam profesi. Mulai dari politisi, tentara, polisi dan perawat. Mereka datang untuk memberikan kelas inspirasi di Natuna.

Baca juga: Daftar Informasi Kursus Bahasa Jepang Lengkap dan Terpercaya

Anak-anak begitu girang mendengarkan inspirasi dari mereka. Merekapun diajarkan untuk berani bermimpi, tentunya dengan mimpi yang tinggi. Jangan pernah takut, karena dikatakan “bermimpilah selagi mimpi itu gratis.” Sejurus dengan itu, anak-anakpun berani mengungkapkan ingin menjadi apa nantinya. Selain itu, anak-anakpun bebas bertanya kepada mereka apapun yang berkaitan.

Pertanyaan yang cukup menggelitik yaitu di antaranya “Gaji bapak berapa?” Sontak bapak perawat pun menjawab dengan mengukir senyum tipis di wajahnya dan menjawab bahwa pekerjaan itu bukan hanya diukur dari gajinya saja tapi melihat keberkahan di dalamnya. Mereka diajarkan untuk tidak bekerja melihat hanya kepada gaji, tapi manfaat dan lainnya.

Nyala Merah Putih dalam Darah Anak-anak SDK Nyama dari Zavira Ika Rahmania

Inspirasi terakhir yaitu dari Zavira Ika Rahmania. Zavira merupakan lulusan Teknik Kimia di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tahun 2017. Zizi, sapaannya, membeberkan kisah inspiratif tentang bagaimana gelora cinta terhadap Indonesia dari tepian pulau yang berbatasan dengan gugus pantai samudera hindia ini.

Baca juga: 15 Jurusan Kuliah Ini Akan Berguna Ketika di Dunia Kerja

Inspirasi yang didapatkannya yaitu dari anak-anak SD Kristen Nyama di Maluku. Inspirasinya hadir dari prosesi pengibaran dan penurunan bendera merah putih. Sebelumnya, kamu masih ingat tidak, kapan terakhir mengikuti upacara bendera? Coba direnungkan lagi. Mereka, anak warga Nyama, sudah terbiasa mengibarkan bendera jam 6 sebelum pelajaran dimulai dan jam 6 petang di halaman sekolah. Apa yang mereka lakukan tidak ada paksaan dari guru maupun pihak sekolah. Namun kecintaan memiliki identitas sebagai bagian dari Indonesia mengobarkan niat mereka.

Mereka merasa memiliki dan mencintai Indonesia, yang setidaknya dengan bergiliran setiap hari menjadi petugas pengibar bendera. Oh iya, katanya bendera yang dipakai sudah sangat lusuh dan merah kejinggaan. Bentuknya juga bukan persegi panjang, namun sedikit kotak. Meski begitu, mereka tetap mengalirkan sang merah putih dalam jiwa dan darah mereka.

Penutup

Oke, untuk kali ini hanya cukup sampai di sini saja. Bagi kamu yang memang berminat untuk mengabdikan diri bagi Indonesia dengan mengajar selama satu tahun bisa bergabung dengan Indonesia mengajar. Syaratnya yaitu kamu harus lulus dulu sarjana ya. Bagi kakak-kakak tingkat akhir, semangat skripsinya. Bagi kamu, tetaplah beramal baik, berbagi serta menebar berkah bagi sekitar.

Satu lagi, Jika kamu suka menulis tapi merasa membuat & mengurus blog ribet, kamu bisa langsung berkontribusi di Cerdaskan.ID! Kamu tidak perlu membuat akun, dan tulisanmupun bisa kamu kirim lewat chat atau metode lain, dimana tim kami bisa bantu melakukan editing agar asik dibaca banyak orang! Lihat bagaimana caranya.

Terima kasih

Sumber : http://indonesiamengajar.org/

Arif Budiman

Penyuka langit biru di antara pepohonan yang hijau

Punya Pertanyaan atau Komentar untuk Kontributor?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu