Mengapa Indonesia Sering Terkena Bencana Alam? Ini Penjelasannya Untuk Gempa Bumi

Kali ini Cerdaskan.ID akan memuat artikel mengenai mengapa Indonesia sering terkena bencana alam, terutama gempa bumi. Disini juga akan dijelaskan bagaimana sebab fenomena gempa di Nusa Tenggara Barat.

Bagi kamu yang memiliki minat terhadap ilmu bumi, kamu bisa baca lebih lanjut informasi di bawah ini, yuk disimak.

Pendahuluan

Akhir-akhir ini bencana alam lekat dengan Indonesia. Mulai dari gempa di lombok, kebakaran hutan di beberapa provinsi, gunung meletus, banjir dsb. Akibat dari bencana itu banyak korban yang terluka sampai meninggal dunia. Untuk kamu yang ingin membaca seputar fenomena cuaca dingin di Indonesia bisa dibaca disni [Ini penjelasan mengapa suhu di Indonesia menjadi dingin] dan ilmu Atmosfer tentang suhu [Unsur Iklim dan Cuaca dalam mempengaruhi suhu udara]

Di samping itu tentunya menimbulkan banyak kerugian baik secara materi maupun non materi. Sebenarnya ini bisa diminimalisir jika kita mempersiapkan diri setiap harinya untuk menghadapi bencana, karena Indonesia merupakan negara yang rawan bencana loh.

Indonesia yang indah bisa hancur karena gempa bumi

Bentang alam Indonesia yang dilintasi sistem gunung dunia, dilalui beberapa lempeng, ragam alam berkepulauan dsb merupakan penyebab secara geografis Indonesia sering terjadi bencana alam. Penyebab lainnya yaitu kelalaian manusia yang menyumbangkan bencana alam di negeri pertiwi ini.

Yuk simak apa saja penyebab Indonesia sering terjadi bencana alam ini.

Indonesia akan sering gempa bumi karena bertumbuknya 3 lempeng utama dunia

Gempa bumi atau seisme merupakan pergeseran lapisan batuan yang menyebabkan terjadinya getaran hebat. Pergerakan yang disebabkan oleh pergerakan atau pergeseran lempeng dinamakan gempa tektonik. Gempa ini sering memiliki kekuatan yang sangat besar. Contohnya seperti Tsunami di Aceh, Gempa Lombok 2018, gempa Jawa Barat dsb.

Meskipun begitu, gempa bumi terbagi menjadi 3 berdasarkan sebabnya yaitu gempa tektonik, gempa vulkanis, dan gempa runtuhan. Sementara jika ditinjau dari letak pusat bauh laut atau Hiposentrum ada tiga yaitu gempa dangkal dengan letak kurang 100km di bawah permukaan bumi, gempa menengah antara 100 – 300 km, dan gempa dalam terletak pada lebih dari 300 km.

Teori Lempeng Tektonik

Sebelum membahas Indonesia, mari masuk dulu pada apa itu lempeng. Lempeng sebenarnya merupakan teori dari “Teori Lempeng Tektonik” yang dikemukakan olh Alfred Wegner tahun 1912. Teori ini merupakan teori terbaru dari teori-teori pendahulunya seperti Teori Kontraksi, Teori Laurentia-Gondwana, Teori Apung Benua, dan Teori Konveksi.

Lapisan bumi. Source: Informasi Zone

Jika teman-teman mengkaji seputar Litosfer, kamu kan menjumpai tiga lapisan utama penyusun bumi yaitu Kerak Bumi, Selimut Bumi, bumi aja punya selimut lah kamu ? wkwk, dan Inti Bumi.

Lapisan Bumi

Kerak bumi adalah lapisan terluar atau permukaan bumi, terdiri dari kerak benua dan kerak samudra.  

Kemudian silmut bumi merupakan lapisan di bawah kerak bumi yang berfungsi melindungi bagian dalam bumi. Lapisan ini terdiri dari litosfer, astenosfer, dan mesosfer. Litosfer sendiri terdiri dari lapisan silisium dan aluminium atau Sial dan Silisium dan magnesium atau Sima. Lapisan Sial merupakan batuan padat, sedangkan lapisan Sima merupakan batuan yang memiliki berat jenis lebih besar dibandingkan Sima.

Lapisan Sial biasanya merupakan kerak benua, dan lapisan Sima biasanya merupakan kerak samudra. Umumnya kerak samudra berada di bawah permukaan laut seperti lempeng pasifik, sedangkan kerak benua timbul ke atas permukaan laut. Karakteristiknya yaitu kerak samudera akan menukik ke bawah kerak samudra. Karena sifat dari kerak samudra lebih padat dan mengandung lebh sedikit silikon.

Lapisan astenosfer merupakan formasi padat namun bisa mengalir seperti cairan dengan sangat lambat dan lama. Lapisan ini sebagai magma induk. Kemudian lapisan mesosfer yang merupakan campuran batuan basa dan besi.

Sementara inti bumi merupakan bagian terdalam bumi yang mana memiliki suhu yang sangat panas di atas 2000 derajat celcius. Inti bumi terdiri dari inti luar dan dalam.

Penjelasan Lempeng

Masuk ke lempeng, lempeng tektonik berada di lapisan litosfer yang terapung di atas lapisan astenosfer. Lempeng tektonik bergerak menumpang di atas astenosfer yang memiliki viskoelastisitas (zat kental yang bisa menyimpan tenaga cadangan) yang sifatnya fluida atau terus berubah.

Sifat lempeng tektonik yaitu relatif terhadap lempeng lainnya di batas lempeng baik bergerak secara divergen (menjauh), konvergen (bertumbukan) atau transform (menyamping).

Pergerakan lempeng menjadi awal pembagian benua Pangaea loh, masih ingat ?. Pangea kemudian menjadi Laurasia dan Gondwana.

Kamu bisa melihat bukti kasat mata akibat pergerakan lempeng yaitu kamu bisa mencocokan antara pula afrika dengan Amerika. Bibir muka pantai barat afrika cocok dengan bibir muka pantai timur Amerika Selatan. Ini merupakan contoh gerak lempeng divergen.

Sementara dampak lainnya yaitu adanya pegunungan Himalaya. Awalnya India merupakan benua terpisah, namun karena pergerakan lempeng benua itu bergerak ke benua Asia. Sehingga terjadi penumpukan lempeng di daerah sekarang Tibet. Yang mana ini dampak dari gerak lempeng konvergen.

Pergerakan lempeng. Source: Slcsools.org dalam Yudhistira

Jenis Lempeng

Saat ini bumi memiliki tujuh lempeng utama dan 8 lempeng kecil. Lempeng-lempeng tersebut yaitu

Lempeng utama

Lempeng Afrika, terdiri dari Afrika;
Lempeng Antartika, terdiri dari Antartika;
Lempeng Australia, meliputi Australia;
Lempeng Eurasia, meliputi Asia dan Eropa;
Lempeng Amerika Utara, terdiri dari Amerika Utara dan Siberia timur laut;
Lempeng Amerika Selatan, terdiri dari Amerika Selatan; dan
Lempeng Pasifik di Samudra Pasifik.

Semua lempeng di atas merupakan lempeng benua kecuali lempeng pasifik yang merupakan lempeng samudra.

Lempeng kecil

Lempeng india, Arabia, Karibia, Juan de Fuca, Cocos, Nazca, Filipina, dan Scotia.

Di Indonesia

Lempeng di Indonesia. Source: Geomagz

Indonesia sendiri dilewati oleh tiga lempeng utama dunia, akibatnya akan sering terjadi gempa tektonik. Lempeng tersebut di antaranya adalah lempeng Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik. Lempeng Australia yang dulunya bergabung dengan lempeng india berada di garis pantai selatan Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Laut Banda. Lempeng ini sering bertumbukan dengan Lempeng Eurasia. Contohnya yaitu Gempa Jawa Barat. Sementara Lempeng Pasifik di sekitaran samudra pasifik di Indonesia.

Lempeng Indo-Australia di Indonesia akan bergerak ke utara menyusup ke lempeng Eurasia, sementara lempeng pasifik ke arah barat. Karenanya disimpulkan zona sumber gempa di Indonesia berdasarkan mekanisme fisiknya terbagi menjadi (BMKG) :

Zona Meknisme Batas Lempeng

Zona Subduksi : yang mana terjadinya pertemuan antar lempeng. Ketika lempeng indo-Australia bertemu, lempeng ini menghujam ke bawah lempeng Eurasia.  Contohnya seperti ini :

Zona Subduksi. Source: Kicknews Today

Zona transform adalah sesar geser pada batas antara dua lempeng. Sesar sendiri terbagi menjadi tiga yaitu Sesar Naik, Sesar Turun, dan Sesar Strike Slip atau horizontal.

Untuk lebih mudah kamu bisa lihat ilustrasi di bawah ini

Patahan dan Sesar . Source: Geologi

Zona-zona pertemuan antara lempeng Indo-Australia dengan Eurasia menyebabkan terbentuknya gunung di Sumatera yaitu Bukit Barisan. Daerah dengan zona subduksi akan rentan terhadap bencana dan merupakan pusat gempa bumi. Daerah tersebut di antaranya yaitu dari ujung Aceh dan pesisir barat Sumatera, Selatan Pulau Jawa, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Di Indonesia, tepatnya Sumbawa, merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kegempaan cukup tinggi baik di bagian selatan atau utara. Daerah selatan merupakan pertemuan  zona subduksi lempeng tektonik Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia, dan daerah utara merupakan patahan sesar naik aktif. Sedangkan untuk gempa di Lombok, itu merupakan akibat dari sesar naik Flores dan merupakan gempa dangkal sehingga tidak akan terjadi tsunami. Untuk mengetahui bagaimana sesar bisa dilihat di bawah ini.

Sumber youtube.

Untuk bencana alam lainnya kamu bisa baca artikel:

Gunung meletus juga menjadi aktivitas rutin di Indonesia, sebab dilalui oleh dua sistem gunung dunia.
Panasnya udara di dataran tropis dan kelalaian manusia kebakaran hutan.
Penggundulan, pembalakan, dan pembakaran hutan dengan liar menyebabkan longsor dan banjir.
Badai tropis merupakan dampak dari ekor siklon tropis dari Australia.
Cuaca panas terik merupakan agenda tahunan ketika puncak musim kemarau di Indonesia.

Bagi kamu yang ingin mengetahui hal apa saja yang harus kamu lakukan ketika ada bencana bisa baca ini :

Apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana alam ?. Ini penjelasannya tentang mitigasi bencana.

Penutup

Oke, untuk kali ini dicukupkan sampai disini. Sebenarnya masih banyak yang belum dijelaskan dalam masalah gempa bumi dan aktivitas tektonik. Namun karena keterbatasan penulis sehingga hanya itu yang bisa dijelaskan dan mungkin ini hanya sebagai pengantar bagi kamu.

Semoga ini menjadi awal bagi kamu untuk terus memperdalam ilmu tentang bumi bagi yang tertarik. Karena ada sebuah pepatah bahwa:

Rahasia yang belum terungkap bukan hanya tentang jutaan bintang di galaksi, namun masuk ke dalam bumi juga merupakan sebuah rahasia besar yang menunggu untuk ditemukan.

Anonim

N.B. Bagi kamu yang memerlukan buku panduan tangkas menghadapi bencana, bisa download  disini [Buku Saku BNPB].

Terima kasih.

Bacaan lebih lanjut

Yulmadia, Y., Geografi 1, Yudhistira.

Gempa Bumi BMKG, http://balai3.denpasar.bmkg.go.id/tentang-gempa

Gempa Lombok BMKG, https://www.bmkg.go.id/press-release/?p=gempa-lombok-bmkg-minta-masyarakat-tetap-waspada-gempa-susulan&tag=press-release&lang=ID

Segmentasi Lempeng Wikipedia, https://id.wikipedia.org/wiki/Segmentasi_Lempeng_Indo-Australia

Redaksi - Arif Budiman

Penyuka langit biru di antara pepohonan yang hijau

Punya Pertanyaan atau Komentar untuk Kontributor?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu