Apa yang Harus Dilakukan Ketika Terjadi Bencana Alam ? Ini Penjelasan tentang Mitigasi Bencana

Kali ini Cerdaskan.ID akan memuat artikel mengenai apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana alam atau mitigasi bencana.

Seperti yang kita ketahui ketika terjadi bencana alam setiap orang tidak ingin menjadi korban dan berusaha meminimalkan kerugian. Untuk itu artikel tentang mitigasi bencana ini memuat panduan ketika dalam situasi bencana. Yuk simak lebih lanjut.

Pendahuluan

Masih dalam tema bencana alam, namun kali ini akan membahas tentang mitigasi bencana. Mitigasi bencana alam sangatlah penting. Penting bagi orang yang ingin selamat dan meminimalkan kerugian akibat bencana, jadi bagi kamu yang ga kepingin selamat bisa jadi ga penting wkwk.

Gadang gelombang itu menakutkan. Source: Pexels

Sebenarnya mitigasi bencana bukan hanya perilaku ketika sedang terjadi bencana alam. Tapi mitigasi bencana harus diterapkan ketika kondisi normal atau tidak ada bencana dan setelah bencana. Kalau mungkin pikiran kita tentang mitigasi bencana itu fokus pada perilaku kita ketika bencana, itu kurang tepat. Sebab ketika keadaan normal kita bisa mengurangi resiko dengan persiapan kotak P3K atau pembangunan fisik anti bencana dsb.

Kalau dalam pepatah mah sedia payung sebelum hujan, kalau ketika hujan beli payung nanti kehujanan dulu, bener ga ? . Emang harusnya begitu juga sih hehe.

Secara definitif mitigasi bencana merupakan serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan kita dalam menghadapi bencana (Yulmaida). Well, mitigasi bencana ada yang bersifat pencegahan dan sifatnya kemampuan ketika menghadapi bencana.

Karakteristik Indonesia

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana, kamu bisa baca artikel penjelasannnya di bawah ini:

Mengapa Indonesia Sering Terjadi Bencana Alam ?. Ini penjelasan gempa bumi di Indonesia.
Penjelasan Indonesia sering terjadi bencana alam lainnya, oleh alam atau ulah manusia ?.

Sedikit menjelaskan karakteristik alam Indonesia yang mana letaknya berada dalam cengkraman sumber gempa. Sumber gempa Indonesia terjadi karena pergerakan tiga lemepeng dunia. Lempeng tersebut di antaranya lempeng indo-australia, lempeng pasifik, dan lempeng eurasia. Ketiga lempeng tersebut sering terjadi penumbukan dan berakibat gempa tektonik berskala lebih dari 6 SR.

Corak alam Indonesia. Source: Pixabay

Di samping itu, gunung api aktif di Indonesia yang tersebar luas di setiap pulau menjadi bibit bencana alam. Selain itu pula kebakaran hutan, banjir, dan badai tropis akan terjadi karena siklus tahunan perubahan musim kemarau dan musim hujan.

Melihat karakteristik tersebut seharusnya kita semua sudah menyadari bahaya yang setiap hari bisa menyergap. Terlebih kita tidak mampu untuk memprediksikan kapan terjadi bencana alam. Akhirnya kita yang harus memiliki kesiapan dan ketangkasan dalam menghadapi bencana alam.

Badan Berwenang Skala Nasional

Intansi di Indonesia yang berwenang mengendalikan penanggulangan bencana di tingkat nasional yaitu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun mereka tidak bekerja sendirian tetapi bekerja sama dengan Kemeterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kemenkes, Kemensos, Kemendag, TNI, Polri, Basarnas, BMKG, PVMKG, dan lembaga lain.

BNPB nih. Source: Wikimedia

Dasar hukum yang mengatur kelembagaan penanggulangan bencana adalah Undang – undang nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang ditanggungkan pada pemerintah pusat dan pemda.

Mitigasi Bencana

Karena bencana beragam jenisnya, yang ingin saya bagikan adalah ketika terjadi gempa bumi dan tsunami.

Gempa Bumi

Seperti yang sudah dipaparkan, potensi gempa bumi di Indonesia terbilang tinggi. Dalam menanggapinya masyarakat tidak perlu khawatir dan takut. Mengenai gempa bumi, Jepang merupakan daerah rawan gempa. Seperti yang dilansir dari BNPB (BNPB, 2017) ketika terjadi gempa Kobe 1995, warga yang selamat dari gempa dikarenakan upaya pertolongan sendiri (34.9%), pertolongan keluarga (31.9%), pertolongan teman atau tetangga (28%) dsb.

Akibat bencana alam yang menakutkan. Source: Pixabay

Melihat data di atas, pertolongan diri memiliki persentase tinggi dalam mengurangi resiko akibat bencana loh. Karenanya kamu perlu mengetahui langkah-langkah ketika terjadi bencana alam.

BNPB menyebutkan bahwa ada tiga waktu yang bisa dilakukan yaitu prabencana, bencana, dan setelah bencana.

Prabencana

Menyiapkan barang supaya tidak berjauhan;

Melakukan latihan atau simulasi gempa seperti bersembunyi di bawah meja;

Menyiapkan alat pemadam kebakaran dan obat-obatan;

Membangun rumah yang ramah akan gempa, seperti pondasi dan materialnya yang sesuai;

Mengetahui sejarah atau riwayat tempat tinggal dalam kasus gempa bumi.

Ketika Bencana

Usahakan untuk segera keluar rumah dan pergi ke tempat terbuka;

Jika tidak sempat maka usahakan pergi kekolong benda kokoh seperti meja untuk menghindari tertimpa benda dan selamatkan anak yang masih kecil;

Matikan kompor, listrik untuk mencegah kebakaran;

Gunakan tangga darurat ketika berada dalam gedung bertingkat, jangan gunakan lift apa bila terasa guncangan;

Jauhi permukaan pantai jika berada di dekat pantai ke jalur evakuasi ketika ada peringatan dini tsunami dari BMKG;

Ikuti instruksi petugas jika sedang berada di tempat yang memiliki petugas keamanan;

Ketika di dalam mobil jauhi persimpangan dan parkirkan mobil di bahu jalan.

Pasca Bencana

Waspada gempa susulan dan tetap di tempat terbuka;

Ketika di dalam bangunan segera ke luar dan perhatikan percikan reruntuhan dan kekokohan bangunan;

Matikan listrik dan kompor gas supaya tidak terjadi kebakaran;

Jika berada di dalam mobil hindari jembatan dan rambu lalu lintas.

Tsunami

Bencana ini memang menakutkan dan menghancurkan segala yang dilaluinya. Tsunami sendiri berasal dari Jepang yaitu gelombang yang terjadi di pesisir. Asal dari Jepang mungkin disana sering terjadi gelombang di pesisir ya.

Tsunami terjadi karena adanya patahan atau pergeseran lempeng di samudra sehingga air laut tersedot. Perlu kamu ketahui loh ketika tsunami terjadi itu bergerak ke segala arah. Coba lihat di bawah ini :

Ketika Tsunami Aceh 2004 lalu. Source: Wikipedia

Dan juga kecepatan tsunami di laut sebesar 500-1000 km per jam loh, wuah itu setara pesawat terbang dan ini tidak akan dirasa oleh kapal di tengah lautan loh. Namun akan turun menjadi 30 km perjam ketika mendekati daratan.

Well, sebelum masuk ke menghadapi tsunami kita perlu tahu tanda-tanda kemunculan tsunami ini.

Tanda-tanda sebelum terjadi tsunami

Awalnya yaitu gempa dengan kekuatan diatas 6 SR, besarnya gempa bukan fatokan akan terjadi tsunami namun lamanya gempa juga, dan di Indonesia biasanya akan diberi peringatan dini oleh BMKG;

Air laut tiba-tiba mendadak surut di pesisir. Ketika ini kamu harus segera menjauh ke tempat tinggi jangan malah menggaet ikan. Karena air laut tertarik ke daerah patahan, dan akan datang gelombang ke dua yang menakutkan;

Dan kamu wajib tahu sejarah wilayah kamu memiliki sejarah tsunami atau tidak. Menurut Ron Harris (Sutopo P. N., 2017) bencana di masa lalu akan berpotensi terjadi juga di masa kini.

Ketika Bencana

Jangan dulu kembali ke rumah, harus waspada jika ada gempa susulan;

Berusaha tenang dan membimbing keluarga untuk menuju jalur evakuasi ke tempat yang lebih tinggi;

Perhatikan tanda yang diberikan oleh pihak berwenang terhadap potensi tsunami, karena tidak semua gempa akan diiringi tsunami;

Ketika berada di daerah yang tinggi, tetap  bertahan karena gelombang ke dua dan seterusnya akan datang lebih besar dan menakutkan. Ini disebabkan gelombangnya tidak akan terjadi sekali bahkan bisa sampai lima kali;

Dianjurkan mengevakuasi diri dengan berlari dan hindari jembatan;

Ketika berlayar, hindari wilayah pelabuhan dan tetap berlayar ke tengah lautan;

Jauhi wilayah muara sungai dekat laut atau pinggiran karena akan terjadi tsunami di sini;

Bila kamu terserat ombak cari barang yang kokoh untuk dijadikan pegangan;Selalu waspada dan mengikuti informasi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang setempat dan BMKG.

Pasca Bencana

Jauhi reruntuhan bangunan;

Hindari air yang bergerak dan area bekas genangan;

Perhatikan kesehatan dan keselamatan keluarga dan anda dengan mensterilkan dari air tsunami dengan air bersih;

Dengarkan informasi tentang kondisi lingkungan, bantuan, tenda, pakaian, dan makanan;

Melapor kepada instansi setempat jika rumah kamu terdampak tsunami;

Jangan terlalu larut dalam kesedihan karena kehidupan yang baru pasti lebih baik. Karena stres akan menimbulkan penyakit yang lebih complicated;

Membuat daerah pemecah ombak sekitar pantai dengan bakau di rawa, pinus, waru, ketapang, beringin, dan kelapa dan tembok atau benteng di sepanjang pantai.

Penutup

Well, untuk kali ini dicukupkan sekian. Semoga kita bisa terlindung dari mara bahaya, dan juga bencana memang tidak bisa ditebak kapan datangnya. Hanya saja kita harus selalu siap siaga menghadapinya.

Semoga ini bisa sedikit membantu dan mengedukasi serta tentunya mengurangi resiko korban jiwa dan kerugian akibat bencana alam.

Terima kasih

Daftar Pustaka dan Bacaan Lanjutan

Yulmadia Y, Geografi 1, Yudhistira.

Buku Saku BNPB, Download disini [Download]

BMKG, www.bmkg.go.id/press-release/?p=mitigasi-gempabumi-kerja-bersama-untuk-indonesia-tangguh&tag=press-release&lang=ID

Wikipedia, Tsunami, https://id.m.wikipedia.org/wiki/TsunamiBNPB, Mitigasi Gempabumi dan Tsunami, www.bnpb.go.id/mitigasi-bencana-gempabumi-dan-tsunami

Redaksi - Arif Budiman

Penyuka langit biru di antara pepohonan yang hijau

Punya Pertanyaan atau Komentar untuk Kontributor?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu