Kali ini Cerdaskan.ID akan memuat artikel mengenai mengapa Indonesia sering terjadi dan dilanda Bencana Alam, oleh alam atau ulah manusia ?.
Ini merupakan bagian ke dua dari penjelasan artikel awal mengenai bencana gempa bumi di Indonesia. So, bagi kamu yang tertarik untuk mendalami tentang lingkungan bisa baca ini terlebih dahulu. Yuk dilanjutkan
Pendahuluan
Melanjutkan postingan sebelumnya tentang [Mengapa Indonesia sering terjadi bencana alam ?. Penjelasan tentang Gempa Bumi]. Bencana alam lainnya yang akrab dengan Indonesia adalah Gunung meletus, kebakaran hutan, longsor dan banjir, badai tropis musim panca roba, dan cuaca terik menyengat serta bencana lainnya seperti smog dll.
Bencana alam memang tidak bisa dihindari oleh kita, karena bumi merupakan satu-satunya tempat tinggal miliaran umat manusia. Bukan seperti dunia serasa milik berdua dan yang lain ngontrak ya wkwk. Meski begitu teman-teman, kita bisa mengurangi dampaknya dengan mengetahui cara tanggap terhadap bencana. Jika kamu ingin tahu cara siap menghadapi bencana bisa didownload di [download buku menghadapi bencana dari BNPB].

Sedikit bercerita, meskipun kita tahu bahwa suatu perbuatan akan menimbulkan bencana namun kita sering menutup mata dalam hal itu. Maksud saya adalah kita sering takut pada bencana alam dan berharap agar bencana tidak datang, namun perilaku kita tidak mencerminkan keinginan menggapai harapan tersebut.

Contohnya yaitu seperti pembukaan lahan oleh beberapa oknum dengan cara membakar dan membabi buta ekosistem suatu fauna, masih membuang sampah sembarangan, lebih asik menggunakan kendaraan pribadi dsb.
Karenanya, sebelum kita menginginkan bencana, terutama ulah manusia, tidak terjadi kita harus sadar dulu akan perilaku kita. Hal seperti ini akan dijelaskan di bawah, yuk mari lanjut membacanya guys.
Bencana Alam
Gunung meletus juga menjadi aktivitas rutin di Indonesia, sebab dilalui dua sistem gunung dunia.

Gunung meletus memang tidak bisa dihindari oleh manusia, karena ini sifatnya di luar kemampuan kita. Indonesia yang merupakan negara subur makmur tanahnya merupakan berkat adanya aktivitas gunung api aktif. Jika kita melihat peta Indonesia, dari ujung Aceh sampai Papua, tanah Indonesia banyak yang agak coklat dan banyak gambar segitiga. Itu menunjukan banyak sekali gunung api aktif di Indonesia, tentunya tidak bisa saya sebutkan satu-satu hehe.
Alasan mengapa Indonesia memiliki banyak gunung api aktif, tentunya kita sudah tahu sejak SD atau mungkin SMP, yaitu Indonesia dilintasi oleh Cincin api pasifik dan Sistem mediterania.
Penyebaran Sistem Pegunungan Dunia
Bagi kamu yang tinggal di wilayah Kalimantan Utara atau Gunung Kanibalu, Sulawesi sampai laut Banda dan Papua, itu berarti wilayah kamu terlewati oleh rangkaian gunung api pasifik. Mengapa disebut cincin api pasifik, kenapa tidak cincin mantan eh, karena wilayah yang terkena di seputaran samudra pasifik. Nih lihat gambarnya coba.

Penyebarannya yaitu dari sepanjang tepi pantai barat Chilie yaitu Pegunungan Andes, Sierra Madre di Meksiko, Sierra Nevada dan Pegunungan Rocky di Amerika Serikat, Alaska, Kepulauan Aleut di Laut Bering, Semenanjung Kamsyatka Rusia, Kuril, Jepang, Filipina (terbagi dua di pulau Luzon arah Kalimantan dan Arah Sulawesi), Sulawesi, Laut Banda, Papua, Kepulauan Solomon, Kepulauan Kaledonia, dan tenggelam sampai ke Selandia Baru.
Yulmadia Y, Geografi 1
Kemudian dalam sistem mediterania yang berawal dari daerah Mediterania. Daerah mediterania itu di sekitar Laut Tengah antara Afrika Utara dan Eropa Selatan. Penyebaran sistem ini dimulai dari Pegunungan Atlas di Maroko, masuk ke Sisilia Italia, Pegunungan Alpen di Swiss, Pegunungan Kaukasus di perbatasan Eropa dan Asia dekat laut Kaspia dan Laut Hitam, Pegunungan Himalaya, Arakan Yoma di Myanmar, Kepulauan Andaman di Samudra Hindia, Nicobar di dekat Aceh, Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur, Maluku, dan Berakhir di Laut Banda.
Yulmadia Y, Geografi 1
Dampak Gunung Api Aktif
Kebayangkan bagaimana kayanya negeri ini. Diapit oleh dua sistem pegunungan dunia yang bertemu di Laut Banda. Memang ini dapat menimbulkan bencana alam yang cukup dasyat dari aktivitas gunung api, namun dapat memberikan manfaat positif.
Seperti dalam sebuah lantunan lagu Wali Tanah Air
Lir ilir, tandure wis sumilir, tak ijo royo-royo, tak senggo temanten anyar . .
Wali songo`s Song
Untuk artinya kamu bisa cari tahu sendiri hehe. Atau yang lebih mengerti semua orang dalam lantunan lagu Pak Koeswoyo
Bukan lautan, hanya kolam susu. Kail dan jala cukup menghidupimu . . . Tongkat dan kayu jadi tanaman.
Lagu kolam susu
Itu menunjukan manfaat dari keberadaan gunung api di Indonesia, disamping seringnya terjadi bencana alam gunung meletus.
N.B. Indonesia pernah tercatat mengalami letusan gunung dahsyat sampai mempengaruhi iklim dunia loh. Diperkirakan dulu Gunung Toba meletus sangat dahsyat dan meruntuhkan kalderanya sehingga terisi air dan terbentuk danau toba. Gunung lainnya yaitu gunung Tambora yang membuat dunia tanpa musim panas di tahun 1815, dan Gunung Krakatau tahun 1883. Ngeri ya, namun manfaatnya bisa dirasakan sekarang.
Panasnya udara di dataran tropis dan kelalaian manusia menyebabkan kebakaran hutan

Isu terhangat selain gempa lombok adalah menyebarnya titik panas di Kalimantan. Kebakaran hutan di kalimantan terjadi beberapa kali di tahun ini. Wal hasil polusi dan kabut asap menyelimuti kalimantan dalam beberapa minggu ini, kamu bisa baca di [Kabut Asap di Kalimantan].
Kebakaran hutan di Indonesia jika secara alamiah hanya terjadi oleh daerah Indonesia yang berada di lintang khatulistiwa. Di daerah ini penyinaran matahari, terutama kalimantan, terjadi sepanjang tahun dan puncaknya di musim kemarau. Penyebaran sinar panas menyebabkan material rapuh terbakar dan menjalar ke berbagai hutan. Hal seperti ini hampir jarang terjadi karena rata-rata suhu di kalimantan adalah tidak sampai pada 35 derajat celcius (Wikipedia, Pontianak).
Akibat Kelalaian Manusia
Penyebab lainnya yaitu banyaknya oknum dan kelalaian penduduk sendiri. Oknum yang dimaksud adalah mereka yang membakar hutan demi mengaet pundi-pundi receh. Pembebasan lahan dilakukan dengan cara membakar hutan dan terjadi kebakaran hutan dan lahan. [Oknum pembakar hutan dan lahan].
Disamping menyebabkan kebakaran dan polusi, ini akan merusak ekosistem atau habitat dari hutan dan hewan. Hingga dampaknya akan dirasa oleh generasi vertikal setelah kita nanti. Kecerobohan dan kebodohan manusia yang menuruti kesenangan pendek merupakan penjahat immoral terhadap generasi mendatang.
Sementara kelalaian lain adalah sangat miris dengan membuang puntung rokok sembarangan. Contoh kasus kebakaran hutan di Jawa Timur dan Gili Lawa akibat melempar puntung rokok di sembarang tempat. Ini merupakan kelalaian terlalai dan bencana moral bagi bangsa Indonesia. Bangsa ini lemah moral lintas generasi secara vertikal. Perlunya edukasi lingkungan dan ketegasan pemerintah menjadi prioritas dalam penangann kasus ini.
Wilayah Indonesia ketika kemarau menjadi kering, terutama di daerah Nusa Tenggara dan sebagian Sulawesi yang memiliki tingkat curah hujan yang rendah. Sedangkan kebakaran hutan di daerah lainnya asumsi saya karena oknum yang membakar sengaja hutan dan lahan.
Dampaknya
Dampak dari kebakaran hutan dan lahan adalah gangguan kabut asap di berbagai daerah. Kondisi ini sangat buruk bagi udara yang dihirup. Sehingga dampaknya bisa menjalar pada individu yang terus menerus menghirup udara berasap.
Penggundulan, pembalakan, dan pembakaran hutan dengan liar menyebabkan longsor dan banjir.

Berakhirnya musim kemarau dan wabah kabut asap, Indonesia harus siaga menghadapi banjir dan longsor. Sebab dari bencana alam ini juga merupakan efek domino dari pembabatan dan pembakaran hutan di musim kemarau. Ketika wilayah tertentu kehilangan daerah resapan air dan penyimpan air di akar pohon, bencana pun tinggal ditunggu kedatangannya.
Di daerah pegunungan atau dataran tinggi, longsor sering terjadi karena daerah hutan dan tempat pengokoh tanah dipakai untuk bercocok tanam. Hal ini menjadi asbab terjadinya longsor. Meskipun di samping ada pergerakan tanah dan rapuhnya bebatuan penyangga tanah di sekitar tebing.

Kemudian banjir disebabkan karena tersumbatnya aliran sungai oleh material sampah. Perilaku immoral manusia yang masih primitif dalam membuan sampah membuat banjir hinggap menghampiri. Ditambah juga dengan penyempitan Daerah Aliran Sungai atau DAS karena digunakan untuk bermukim warga. Ketika aspirasi yang diteriakan ingin terhindar banjir, namun kontras dengan sikap dan perilaku yang dimiliki yaitu mengundang banjir.
Penyebab lainnya yaitu penebangan hutan di daerah hulu dan sepanjang DAS akan menyebabkan air hujan tidak tertahan dan tersimpan. Ketika sepanjang DAS dijadikan tempat bermukim dan tempat lainnya, akan menyebabkan tertutupnya tanah dan serapan air pun terganggu. Sehingga air hujan yang turun tidak bisa merembes ke dalam tanah, namun menggenang di permukaan pemukiman.
Badai tropis merupakan dampak dari ekor siklon tropis dari Australia dan Samudra Hindia.

Ketika memasuki musim panca roba atau peralihan, Indonesia akan terkena dampak dari badai tetangga. Badai tersebut biasanya terjadi di daerah yang berlintang sedang. Ini disebabkan karena tekanan udara misalkan di samudra hindia rendah karena penyinaran matahari. Tekanan tersebut membuat udara bergerak memutar dan ditambah uap air yang bergerak dari bumi selatan yang bertekanan tinggi.
Tanda dari badai biasanya terlihat pada awan kumulonimbus. Awan ini berupa guntur dan bergumpal vertikal. Kumulonimbus merupakan penandan wilayah konvektif kuat sehingga mendukung terjadinya badai siklon. Kamu bisa baca lebih rincinya dalam penjelasan BMKG [Proses terbentuknya siklon tropis].
Meskipun namanya badai tropis, namun badai ini jarang terbentuk di daerah khatulistiwa termasuk Indonesia. Biasanya seperti badai yang menyerang Bengkulu terbentuk di arah selatan 500 kilometer perairan Banten artinya di laut Hindia.
Dampak dari badai tropis ini sangat banyak terutama hujan berintensitas tinggi, gelombang pasang, petir dsb.
Cuaca panas terik merupakan agenda tahunan ketika puncak musim kemarau di Indonesia.

Gelompang panas sebenarnya tidak akan terjadi di Indonesia. Meskipun Indonesia disinari matahari sepanjang tahun, cuaca tertinggi tidak pernah menyentuh angka 40 bahkan 36 derajat celcius. Cuaca terik di Indonesia memang dipengaruhi banyak hal seperti ketinggian tempat, kedekatan dengan laut, dsb. Di Jakarta sendiri teriknya udara terjadi di puncak kemarau pada bulan Agustus dengan rata-rata 30 derajat celcius. Dan mungkin di beberapa wilayah lainnya akan berbeda.
Untuk permasalahan suhu udara kamu bisa baca artikel ini :
Ini Penjelasan Mengapa Suhu di Indonesia Menjadi Turun Jauh dan Dingin
Mari Mengenal Unsur-Unsur Cuaca dan Iklim: Tekanan Udara dan Angin dalam Menjelaskan Turunnya Suhu di Indonesia
Perbedaan tajam udara di Indonesia tidak akan terjadi, seperti gelombang panas yang terjadi di Korea, Jepang dan Amerika akhir-akhir ini. Disana terjadi karena pergerakan semu matahari yang berada di utara selama musim panas. Gelombang panas terjadi karena cuaca panas yang diikuti kelembaban udara yang tinggi.
Udara ketika terjadi gelombang panas biasanya sekitar 39-41 derajat. Namun istilah gelombang panas hanya terdapat di daerah yang biasanya berudara dingin seperti daerah sub tropik. Gelombang panas mungkin di Arab Saudi seperti Mekkah setiap hari terjadi karena rata-rata suhu siang hari di sana mencapai 43 derjat celcius. Artinya berdasarkan Wikipedia (Gelombang panas) tidak ada definisi secara universal, karena relatif tergantung wilayahnya.
Penutup
Well, untuk kali ini hanya sampai disini saja. Bencana alam memang tidak bisa kita hindari, namun beberapa bencana bersumber dari kelalaian manusia yang bertindak semaunya atau istilah kasarnya seenak jidat.
Pesan saya adalah selalu jaga lingkungan karena generasi kita saat ini bukan merupakan pusat atau memiliki hak untuk mengekploitasi alam sampai habis. Disana menunggu generasi selanjutnya dan memiliki hak dalam menikmati alam. Jika kita tidak memilikki moralitas terhadap generasi mendatang, kita patut dicap sebagai penjahat masa lalu dan perlu diadili di pengadilan masa depan.
So, mencintai lingkungan merupakan kewajiban kita semua. Karena seyogyanya kita berbagi tempat tinggal satu sama lain, baik dengan manusia horizontal atau vertikal nanti.
Terima kasih.
Daftar Pustaka dan Bacaan Lanjutan
Yulmadia Y, Geografi 1, Yudhistira
Wikipedia, Pontianak, https://en.wikipedia.org/wiki/Pontianak,_Indonesia
Wikipedia, Gelombang Panas, https://id.wikipedia.org/wiki/Gelombang_panas
BMKG, Siklon Tropis, http://meteo.bmkg.go.id/siklon/learn/01/id
Pingback: Apa yang Harus Dilakukan Ketika Terjadi Bencana Alam ? Ini Penjelasan tentang Mitigasi Bencana - Cerdaskan.ID