Ini Penjelasan Mengapa Suhu di Indonesia Menjadi Turun Jauh dan Dingin

Kali ini Cerdaskan.ID akan memuat artikel mengenai fenomena hebohnya mengapa suhu di Indonesia menjadi turun dan cuaca menjadi dingin. Fenomena ini sempat menggegerkan warga Indonesia. Karena berkaitan dengan aphelion.

Bagi kamu yang masih penasaran mengenai kejadian turunnya suhu di Indonesia, kamu bisa simak penjelasannya di bawah ini.

Pendahuluan

Fenomena atmosfer yaitu suhu udara. Source: Pexels

Beberapa minggu yang lalu ruang publik diramaikan dengan fenomena turunnya suhu di Indonesia. Fenomena tersebut menjadi buah bibir baik dari kalangan muda ataupun tua, masyarakat media sosial dan media nyata. Penyebab dari turunnya suhu tersebut hanya dikaitkan pada fenomena alam lainnya yang memiliki istilah apoapsis atau aphelion.

Aphelion merupakan jarak terjauh ketika bumi mengorbit ke matahari. Mungkin jika ditebak logika yang mendasarinya yaitu “Jika jarak matahari dan bumi jauh, maka suhu atau penyinaran matahari akan berkurang”. Kia-kira seperti itu, apa kamu berpikir begitu juga ? hayo loh 😀.

mad city fox GIF by Gotham
Jadi suhu dingin karena aphelion ?. That`s not logical brother.

Jika ditelaah memang logika tersebut memancing kita untuk mudah percaya padanya. Tapi kita juga harus mengetahui bahwa kejadian tersebut terjadi setiap tahunnya. Sehingga dampaknya sering dirasakan setiap tahunnya. So, setiap ada informasi yang masuk lebih baik kita curigai dari mana sumbernya.

Bagi kamu yang tertarik dengan suhu di Indonesia, udara dan jarak bumi ketika mengorbit matahari (Aphelion dan Perihelion) simak di bawah ini.

Penjelasan Cuaca dan Iklim

Sebelum memasuki suhu di Indonesia, alangkah baiknya kita tahu dulu perihal iklim dan cuaca karena suhu termasuk unsur dari kedua hal di atas.

Definisi

Mari kita mulai dari definisi keduanya;

Cuaca merupakan keadaan udara yang memiliki sangkut pautnya dengan kegiatan manusia pada saat tertentu, pada waktu singkat dan wilayah yang sempit. Ilmu yang mendalaminya yaitu meteorologi.

Yulir Y, Geografi 1, Yudhistira

Sedangkan iklim,

Iklim adalah rata-rata dari keadaan cuaca dalam waktu yang lama (lebih kurang 30 tahun) dan wilayah yang luas. Ilmu yang mempelajari iklim yaitu klimatologi.

Yulir Y, Geografi 1, Yudhistira

Seperti itulah kira-kira perbedaan antara cuaca dan iklim dari segi definisi.

Iklim terbentuk karena adanya rotasi dan revolusi bumi ditambah perbedaan lintang geografi dan lingkungan fisis. Sederhananya perbedaan lintang pada adanya pembagian daerah di dunia seperti khatulistiwa, sub tropis dsb. Perbedaan-perbedaan tersebut memiliki dampak pada penyerapan patas matahari oleh bumi.

Wah kalau badai gini menakutkan guys

Berkaitan dengan perbedaan tadi, ketika udara tipis dan cuaca semakin terang akan semakin banyak panas dari bumi. Sementara di pegunungan panasnya sedikit, sehingga lebih banyak panas yang dikeluarkan daripada yang datang. Ini mengapa udara di pegunungan menjadi lebih dingin.

Unsur-unsur Cuaca dan Iklim

Kemudian iklim dan cuaca terdiri dai beberapa unsur, di antaranya yaitu;

  1. Suhu udara
  2. Tekanan udara
  3. Angin
  4. Kelembapan udara
  5. Awan
  6. Curah Hujan

Yang menjadi fokus kali ini adalah pada suhu udara.

Suhu Udara

Unsur utama suhu udara adalah matahari. Karena muka bumi berbeda-beda di setiap daerahnya maka suhu udara di setiap daerah tersebut berbeda pula. Dalam kajiannya suhu udara dibagi menjadi dua yaitu suhu udara vertikal dan suhu udara horizontal.

A. Suhu udara vertikal

Dalam lapisan atmosfer, kamu akan menemukan turunnya suhu udara setiap naiknya lapisan atmosfer. Kamu bisa melihatnya dalam ilustrasi berikut:

Ini adalah lapisan atmosfer di bumi. Source: 4college.co.uk

Jadi, suhu terendah di lapisan atmosfer bumi terletak pada antara lapisan mesosfer dan termosfer. Kamu bisa lihat bayangkan ketinggian lapisan tersebut dalam gambar di bawah ini.

Perbandingan ketinggian dengan puncak tertinggi di bumi.

Teori dari suhu udara vertikal yaitu ketika kita naik ke tempat dengan ketinggian 100 meter temperatur akan turun sebesar 0,5 derajat Celcius. Akan tetapi ketika di Eropa dengan ketinggian 5.000-9.000 m setiap naik 100 m suhu udara turun 0,7 derajat Celcius, di daerah tropis turun 0,6 derajat Celcius, dan di daerah gurun sampai 0,8 derajat Celcius.

Namun teori ini kontan dengan apabila turun mendekati permukaan bumi setiap 100 meter, suhu udara turun 1 derajat Celcius. Ini disebabkan karena pengaruh uap air, oksigen, dan debu di udara. Ini juga menjadi sebab mengapa di laut yang notabene memiliki ketinggian 0 meter lebih panas daripada temperatur pegunungan terlepas dari faktor lainnya.

B. Suhu udara horizontal

Alasan dibaginya ke dalam suhu udara horizontal yaitu karena di setiap tempat memiliki temperatur yang tidak sama, maka para ahli membuat peta Isoterm. Isoterm singkatnya adalah Iso yaitu sama dan Term berarti temperatur. Untuk lebih jauh mengenai Isoterm termasuk cara perhitungannya kamu bisa baca lebih lanjut pada link di bawah.

Selanjutnya, di bawah ini menjelaskan mengapa terjadi perbedaan suhu udara di muka bumi. Faktor penyebabnya antara lain sebagai berikut.

1. Sudut datang sinar matahari

Sudut datangnya sinar matahari terbentuk dari arah datangnya sinar matahari dengan permukaan bumi. Karena bumi memiliki perbedaan garis lintang, maka sudut datang sinar matahari pun juga berbeda. Wilayah yang berada di lintang rendah seperti Indonesia akan lebih besar daripada wilayah dengan lintang tinggi. Dampaknya yaitu suhu udara di Indonesia dan daerah khatulistiwa lainnya lebih tinggi dari subtropis. Berikut penjelasan mengenai suhu udara di daerah dengan garis lintang yang berbeda.

a). Khatulistiwa memiliki fluktuasi temperatur tahunan yang lebih kecil daripada fluktuasi temperatur harian. Kamu bisa lihat pola pergerakan datangnya matahari di daerah khatulistiwa di bawah ini.

Sudut datangnya matahari dapat mempengaruhi suhu udara. Source: Belajar.io

b). Daerah sedang memiliki fluktuasi temperatur tahunan yang lebih besar daripada fluktuasi temperatur harian. Fluktuasi tersebut akan lebih besar jika berada di tengah benua, sedangkan yang dekat dengan lautan akan lebih kecil.

c). Pola daerah kutub memiliki fluktuasi tahunan yang sangat besar.

2. Lamanya penyinaran matahari

Pengukuran lamanya penyinaran matahari di Indonesia diukur selama 8 jam yaitu mulai dari pukul 08.00 sampai 16.00. Alat yang digunakan yaitu Heliograf.

3. Ketinggian tempat

Seperti yang telah dijelaskan di atas, semakin tinggi ketinggian suhu udara akan turun sebesar 0,5 derajat Celcius terutama di lapisan troposfer. Mungkin bukti nyatanya yaitu ketika kita berada di pantai, suhu udara akan terasa menyengat dibanding ketika berada di pegunungan. Ini disebabkan juga besarnya panas matahari yang diterima bumi.

4. Kejernihan atmosfer

Kejernihan atmosfer akan berpengaruh pada pemantulan panas matahari ke permukaan bumi. Daerah yang memiliki atmosfer kotor akan menerima sedikit sinar matahari secara langsung, seperti kejadian smog di perkotaan. Sedangkan daerah yang berawan dengan atmosfer bersih akan menerima panas secara langsung dengan jumlah yang banyak.

5. Jarak ke laut

Daerah yang terletak dekat dengan laut ataupun danau akan memiliki temperatur harian yang tinggi dibandingkan dengan daerah yang jauh dengan laut atau danau. Ini disebabkan karena perbedaan sifat antara air dan daratan. Air yang memiliki sifat lambat dalam menerima dan melepaskan panas, sedangkan daratan lebih cepat dalam menerima dan melepaskan panas. Perbedaan tersebut mirip seperti kamu yang cepat dan lambat memaafkan 😀 .

Fenomena Turunnya Suhu Di Indonesia

Sampai disini, kita bisa menyimpulkan dan menjelaskan bahwa temperature di daerah yang tinggi akan memiliki udara yang sangat dingin seperti di dataran tinggi dieng dan sebagainya. Di samping itu, kejadian tahunan seperti angina munson yang berdampak pada pergantian musim menjadi penyebab turunnya suhu udara di Indonesia.

Pergerakan semu matahari dapat berbeda letak setiap periodenya. Source: Pusatilmu.web.id

Gambar di atas merupakan pergerakan semu matahari setiap tahunnya. Ketika fenomena aphelion terjadi bulan juni lalu, matahari berada di titik utara yang mana Indonesia sedang mengalami musim kemarau. Ini disebabkan tekanan udara di utara yang rendah karena terkena paparan sinar matahari. Hal ini menyebabkan angin berhembus dari daerah Australia yang sedang musim dingin ke Indonesia dengan membawa sedikit uap air.

Sedikitnya uap air dan air di atmosfer menyebabkan turunnya suhu di Indonesia. Ini dikarenakan sifat air yang mampu meyimpan energi panas. Ketika malam hari, energi radiasi sinar matahari di lepaskan ke atmosfer.

Akan tetapi karena energi tersebut tidak terikat di atmosfer yang disebabkan tiadanya unsur pengikat, maka energi untuk meningkatkan suhu udara menjadi hilang. Akibatnya, suhu udara pada malam hari atau ketika pencahayaan dari matahari tidak ada menjadi lebih dingin.

Sedangkan ketika musim hujan tiba, kandungan uap air di atmosfer yang dibawa angin dari utara lebih banyak, maka atmosfer dapat mengikat panas. Sehingga suhu udara malam hari terasa lebih hangat.

Adapun fenomena aphelion yang sempat viral di media sosial tidak mendapat tempat yang signifikan untuk menurunkan suhu secara ekstream di Indonesia.

Ini nih fenomena aphelion. Sumber: Accuweather

Aphelion sendiri terjadi karena pergerakan bumi di bidangnya yang berbentuk elips. Karena bidang gerak elips, jarak antara bumi dan matahari akan ada ketika terjauh dan terdekat. Berdasarkan penjelasan Spaceweather, meskipun jarak antara bumi dan matahari jauh bumi sebenarnya lebih hangat sekitar 2,3 derajat Celcius.

Ini dikarenakan selama musim panas, bulan juni/juli, kutub utara miring ke arah matahari. Ditambah persebaran daratan dan lautan yang tidak merata di bumi. Dampak aphelion mungkin terasa di utara karena lebih banyak daratan dan terjadi ketika bulan juli. Sehingga suhu disana lebih hangat.

Penutup

Well, pembahasan mengenai suhu di Indonesia dicukupkan sampai disini. Semoga ini bisa sedikit menjelaskan fenomena yang terjadi di tata surya kita.

Saya menyarankan untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang tidak jelas sumbernya. Ditambah, kita juga harus lebih ‘aware’ tentang diri kita dan alam semesta ini. Seperti ungkapan Jostein Gaarder dalam novelnya :

Kehidupan kita adalah bagian dari petualangan unik. Bagaimanapun juga, kebanyakan dari kita berpikir bahwa dunia ini normal dan terus berburu mencari sesuatu yang tidak normal. Tapi itu hanya karena kita tidak menyadari bahwa dunia adalah misteri. Dan menjadi misteri bagaiamana orang-orang di bumi bisa menjelajah dunia tanpa mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar itu.

Jostein Gaarder, Misteri Soliter.

Terima kasih.

Bacaan Lebih Lanjut

Yulir Y., 2013, Geografi 1, Yudhistira.

Space Weather, http://spaceweather.com/glossary/aphelion.html

BMKG, https://bmkg.go.id/press-release/?p=apakah-aphelion-mempengaruhi-suhu-udara-di-indonesia-&tag=press-release&lang=ID

Penjelasan mengenai Isoterm

Mass Museum, https://maas.museum/observations/2013/02/13/the-solstice-and-perihelion-and-how-they-relate-to-summer-and-the-calendar/

Accu Weather, https://www.accuweather.com/en/weather-blogs/stormblog/aphelion-and-the-impact-on-weather/49821644

Redaksi - Arif Budiman

Penyuka langit biru di antara pepohonan yang hijau

Punya Pertanyaan atau Komentar untuk Kontributor?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu