Beberapa Alasan Pentingnya Kamu Harus Mengenali Diri Sebelum Lulus SMA

Kali ini Cerdaskan.ID akan memuat artikel mengenai beberapa alasan pentingnya kamu harus mengenali diri sebelum lulus SMA.
Jika kamu masih bingung dengan identitas diri kamu, kamu wajib mengenalinya sedini mungkin, yuk simak alasannya di bawah:

Pendahuluan

Photo by Rye Jessen on Unsplash

Remaja memang merupakan masa yang sangat krusial dalam hidup. Karena pengaruh perkembangan manusia ketika remaja akan mempengaruhi masa setelahnya. Ditambah karakteristik remaja yang sudah memiliki kognisi yang menyerupai orang dewasa yaitu formal operasional.

Formal Operasional merupakan kemampuan berpikir seorang remaja yang sudah mampu mengintegrasikan struktur otak dengan lingkungan sosial dan berpikir secara abstrak (Yuridik Jahja, 2011).

Namun kematangan emosi yang belum menentu membuat identitasnya terganggu dan mempengaruhi masa perkembangan selanjutnya.

Makna remaja adalah masa antara kanak-kanak dan dewasa yang mana menurut Anna Freud (Hurlock, 1990) menyatakan ketika masa remaja akan terjadi perubahan dalam hubungan dengan orang tua dan cita-cita mereka. Perubahan tersebut merupakan pembentukan orientasi masa depan. Karakteristik lainnya yaitu terjadinya masa pencarian identitas dan teman sebaya berpengaruh banyak terhadapnya. Oleh karena itu, mengenali diri ketika remaja yang identik dengan masa sekolah menengah atas perlu dilakukan. Yuk simak alasan-alasannya dibawah ini.

Alasan Perlunya Mengenali Diri

1. Setelah lulus SMA kamu tidak akan lagi dibilang anak-anak, karena usiamu sudah mencapai 19 tahun.

Photo by Taylor Smith on Unsplash

Jika menganggap masa SMA merupakan masa untuk bersenang-senang itu salah total. Karena ketika SMA usia seseorang secara psikologis sudah masuk ke dalam tahap perkembangan remaja. Mengetahui tugas-tugas yang diemban diri ketika remaja merupakan langkah awal mengenali diri sendiri.

Menurut William Kay (Dalam Yuridik Jahja, ) dan sumber lainnya yaitu sebagai berikut

1). Menerima penampilan fisik, percaya pada kemampuan dan keterampilan diri, menerima keadaan diri serta belajar bagaimana berperan sesuai dengan jenis kelaiminnya.

2). Membentuk hubungan dengan teman sebaya secara dewasa. Sehingga tercapai keterampilan komunikasi interpersonal dan cara bergaul dengan semestinya.

3). Mencapai kemandirian emosional maupun ekonomi dari orang tua atau figur-figur yang mempunyai kewenangan.

4). Mampu menentukan model yang dijadikan rujukan untuk identitasnya sesuai keyakinan diri.

5). Memperkuat self-control atau pengendalian diri terhadap nilai dan norma sekitar, prinsip dan falsafah hidup.

6). Mampu meninggalkan reaksi dan sikap atau perilaku kekanan-kanakan.

7). Membangun kemampuan dan keterampilan intelektual untuk hidup bermasyarakat dan masa depan di bidang pendidikan dan pekerjaan.

Tugas-tugas tersebut merupakan sesuatu hal yang diemban oleh seluruh remaja di dunia termasuk kamu. Kita tidak dapat menghindar dari tugas tersebut, karena setiap orang akan menginjak perkembangan masa remaja. Oleh karenanya bimbingan orang tua dan pengajar sangat diperlukan untuk kesehatan kehidupan kedepan. Sehingga ketika sukses tugasnya tergapai akan tercipta generasi pemuda yang sehat secara mental dan berorientasi ke depan.

2. Mengenali diri berarti mencari identitas diri dan memahami diri sendiri.

Photo by Ian Espinosa on Unsplash

Memasuki masa remaja, pengaruh teman sebaya sangat kental dan besar. Perubahan hubungan dengan orang tua yang mulai berubah dan pengaruhnya tidak sebesar ketika masih dalam masa sebelumnya. Karenanya kehidupan berkelompok merupakan aktivitas lumrah di kalangan remaja. Implikasinya yaitu kamu akan merasa ingin diterima oleh kelompok tersebut.

Identitas diri merupakan hal yang penting karena akan memberikan ruang dan tempat dalam kehidupan sosial yang penuh persaingan. Seperti yang disebutkan di atas, identitas remaja akan banyak dipengaruhi oleh kelompok tempat dirinya bernaung. Dengan demikian, identitas merupakan jembatan untuk menghubungkan individu dan kelompok. Karenanya sering ada seseorang yang kehilangan identitasnya ketika berada dalam suatu kelompok, dan identitas dirinya menjadi identitas kelompok.

Ketika individu meleburkan diri kedalam identitas kelompok, maka kamu akan kehilangan jati dirinya. Dampak dari hal tersebut adalah terjadinya proses dalam pembentukan teori identitas seperti identifikasi, perbandingan, dan kategorisasi sosial (Gazi, 2015). Dampak nyatanya yaitu akan memandang orang atau grup di luarnya merupakan sesuatu hal buruk atau terkena stereotip dan prasangka terhadap kelompok luar. Ini karena kamu masuk ke dalam kelompok dengan terjadinya proses identifikasi sosial atau bahasa lainnya fanatik.

Fenomena tersebut diakibatkan karena individu mengalami ketidakpastian identitas. Artinya, individu tidak mengetahui identitas dirinya. Karena demikian, individu berusaha untuk mengurangi ketidakpastian tersebut dengan cara mengidentifikasi dirinya ke dalam suatu kelompok. Sehingga kelompok tersebut memberikan identitas.

3. Remaja merupakan masa orientasi terhadap masa depan dan realita

Photo by Steve Roe on Unsplash

Ketika remaja, kamu harus bisa menanyakan hal yang substansial dalam hidup. Karena akan menggiringkan kamu ke dalam pilihan-pilihan sikap dan perilaku ke depannya. Pertanyaan substansial seperti “Siapa Kamu ?”, “Untuk apa kamu hidup di dunia ini ?”, “Apa hal terpenting dalam hidup ini ?” dsb. Karena dengan diarahkan dengan pertanyaan tersebut akan membuat kamu bisa menjawab tentang penyadaran diri kamu, masa depan, cara pandang dsb.

Semakin cepat kamu mempertanyakan dan menjawabnya, akan semakin cepat juga dalam menuntaskan tugas masa remaja yaitu mencari identitas. Sebagai contohnya yaitu ketika kamu dapat menanyakan apa yang paling penting dan bermakna dalam hidup, kamu akan menginvestasikan tenaga dan pikiran untuk hal yang dianggap penting tersebut.

Disamping itu, kamu akan membuka luas cara pandang kamu terhadap realitas hidup yang bukan sekedar memuaskan hawa nafsu. Contoh inspirasi bisa kamu baca dalam tulisannya di [Sebuah Inspirasi yang mengubah titik balik hidup dari seorang anak SD]. Hemat kata, kamu akan tahu apa yang ingin kamu lakukan sesuai kenyamanan dan kecocokan dalam diri.

4. Masa SMA merupakan awal mengenal passion dalam memilih jurusan kuliah.

Photo by rawpixel on Unsplash

Hal yang krusial lainnya yaitu mengenal passion yang sesuai dengan diri. Setelah lulus SMA kenyataan yang menghadapi kamu adalah Kuliah, Kerja, atau Pengangguran. Kali ini adalah asumsinya kamu akan kuliah setelah lulus SMA.

Sebelum kuliah, kamu akan dihadapkan dengan memilih jurusan. Memilih jurusan perkuliahan merupakan suatu perkara yang sangat krusial. Ketika seseorang telah mengetahui identitas dirinya, orang tersebut akan mudah untuk memilih apa yang akan dilakukannya ketika kuliah dengan jurusan terpilih. Karena dalam perkuliahan yang akan dibahas adalah diskusi tentang fenomena yang dikupas dengan pisau analisis jurusan yang diambil.

Menyangkut dalam memilih jurusan, banyak sekali mahasiswa yang merana karena merasa kurang cocok dengan jurusan yang telah dipilih. Berdasarkan pengamtan dan penelitian pribadi, beberapa mahasiswa ketika ditanya bagaimana tentang jurusan perkuliahannya mereka banyak mengeluh kesulitan dan akhirnya merasa salah jurusan. Oleh karena itu, mengenali identitas diri untuk menemukan passion akan mengurangi dampak yang tidak diinginkan ke depannya.

5. Gangguan psikis di masa dewasa sudah siap menerpa jika tidak segera mengenali diri.

scared classic film GIF by Shudder
Gangguan jiwa bisa hinggap di kamu loh

Ketika kamu tidak segera mengenali diri dan merasa tidak pasti terhadap diri, gangguan ketika memasuki masa dewasa akan menerpa. Kegagalan remaja dalam mencari identitas akan mengalami kebingungan peran, perasaan tidak adekuat, dipenuhi dengan keraguan karena tidak percaya diri, dan memiliki perilaku yang mengisolasi diri. Jika hal tersebut terjadi, menurut Erickson ketika masa dewasanya akan mengalami isolation.

Orang yang mengalami isolasi diri akan memiliki ciri menghindari relasi atau komitmen, dan akibat buruknya yaitu orang tidak akan bersedia untuk berbagi mengenai diri sendiri dan akan merasa sendirian. Karena tugas dalam masa dewasa awal yang sehat adalah memiliki hubungan atau kedekatan dengan orang lain. Ini disebabkan individu telah mengetahui peran, nilai dan norma, dan percaya pada diri dan kemampuan diri.

Gangguan psikis yang siap menerpa lainnya adalah penyimpangan pada remaja. Perilaku menyimpang tersebut diakibatkan karena ketidakpastian identitas individu. Dukungan dan bantuan dari orang lain juga menjadi penyebab hal demikian. Contoh faktor-faktor yang mempengaruhi penyimpangan remaja yaitu kelalaian orang tua dalam mengajarkan dan membimbing nilai agama, moralitas masyarakat yang bobrok, beredarnya film atau bacaan porno, menganggur dsb. Oleh karena itu, dukungan dan bimbingan pihak luar individu berfungsi untuk menuntun pencarian identitas yang sehat dan sesuai nilai dan norma.

6. Dapat terhindar dari perilaku radikalisme dan terorisme loh.

Photo by Tom Roberts on Unsplash

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, individu yang mengalami ketidakpastian identitas akan meleburkan diri ke dalam  kelompok sosial. Kelompok sosial akan memberikan ruang, nilai, norma dsb. Setiap kelompok memiliki karakteristik sama yaitu memberikan perasaan tentang siapa mereka, apa yang harus dikerjakan dan dipikirkan, serta bagaimana orang lain harus mempersepsi dan memperlakukan mereka (Gazi, 2015).

Disamping itu menurut Hogg (Hogg, 2012) kelompok bisa memberikan identitas dengan mengevaluasi dan memberi defnisi yang sama tentang siapa orang tersebut dan bagaimana orang tersebut ditempatkan dalam dunia sosial. Dalam radikalisasi dan terorisme terjadi karena adanya kontak antara individu dan kelompok.

Menurut Gazi (2015) seseorang tidak akan mungkin mengalami proses radikalisasi kecuali dalam dirinya sudah ada potensi radikalisme dan didukung dengan kelompok yang mendorong pada radikalisasi.

Gazi, 2015, Mengenal Teori-Teori Psikologi Kontemporer

Dengan begitu, potensi unduk radikalisme karena ketidakpastian individu dan memiliki identitas sosial dalam suatu kelompok yang radikal. Karena dalam beberapa pendapat, individu yang memiliki identitas diri kuat tidak akan memilih kelompok dengan berciri radikal dan tidak akan teridentifikasi terlalu jauh ke dalam kelompok.

Penutup

Untuk kali ini dicukupkan sampai disini. Semoga kita bisa mengenali diri sendiri supaya memperlebar cakrawala pandangan dan pengetahuan kita terhadap kehidupan.

Dalam dunia modern yang penuh pergolakan dan persaingan, remaja dituntut untuk memiliki identitas yang sesuai nilai dan norma. Karena remaja merupakan masa rawan untuk dipengaruhi oleh faktor eksternal dan menjadi daging empuk untuk para penyebar paham radikalisme. Di samping itu, remaja atau pemuda merupakan harapan bangsa di masa depan.

Redaksi - Arif Budiman

Penyuka langit biru di antara pepohonan yang hijau

This Post Has One Comment

Punya Pertanyaan atau Komentar untuk Kontributor?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu