Pertama kali ke Jakarta? Beberapa Transportasi Publik Ini Bisa Kamu Gunakan dalam Bepergian

Kali ini Cerdaskan.ID akan memberikan sebuah informasi khusus buat kamu warga rantau ibu kota. Lebih khusus lagi bagi kamu yang pertama kali mengadu nasib di Jakarta dan sekitarnya. Artikel kali ini berjudul Pertama kali ke Jakarta? Yuk simak beberapa transportasi yang bisa kamu gunakan dalam bepergian.

Hayuk simak biar kamu tidak tersesat di tanah rantau terkhusus ibu kota, artikel ini bisa jadi navigator penting. Daripada tersesat kan sayang, apalagi kalau ke Jakarta mau lamar doi, eh, jadi mending dibaca dulu aja.

Pendahuluan

Jakarta memang menjadi magnet menggiurkan bagi penduduk negara antara dua benua ini. Gemerlap kota siang malam tidak pernah padam terlihat indah bagi pelancong yang belum singgah. Pabrik dan kantor yang tumbuh subur menarik pengais rezeki untuk datang ke Jakarta. Tidak ketinggalan juga perkembangan pendidikan tingkat tinggi berada di Jakarta, semakin ramainya lalu lalang transportasi umum hilir mudik di sana.

Baca Juga: Public transportation a.k.a Kendaraan Umum = Alay + Miskin (?)

Pusat-pusat kehidupan Indonesia terpusat di Jakarta, membuatnya penuh sesak dengan beragam orang. Jika didata, penduduk yang meninggali Jakarta lebih banyak pendatang dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk kali ini, itu tidak penting karena bukan fokus dalam artikel ini. Fokus bahasan kali ini yaitu mengayomi kamu yang pertama kali datang ke Jakarta. Tujuannya supaya tidak terlalu bingung dan luntang lantung di jalan, sudah bingung di kota orang, tak punya jodoh pula.

Oke langsung sajalah daripada kamu bingung tak karuan dan keburu kesasar atau disasar begundal. Yuk cek langsung artikel transportasi massal yang bisa digunakan ketika hendak jalan-jalan atau mengitari kota Jakarta dan sekitarnya di bawah ini!

Beberapa Alternatif Transportasi Pilihan di Jakarta

Awal Datang Ke Jakarta

Pertama tiba di Jakarta tentunya tidak jauh dari terminal, stasiun, pelabuhan ataupun bandara, karena memang hanya itu tujuan transportasi publik hehe. Di Jakarta sendiri yang paling populer untuk kedatangan pemudik terpusat di beberapa lokasi saja. Sebagai contoh yaitu Terminal Bus Kampung Rambutan, Pulo Gadung, Lebak Bulus dan Grogol, Stasiun Pasar Senen dan Gambir, Bandara Internasional Soekarno-Hatta ataupun Pelabuhan Tanjung Priok.

Baca juga: Tips Jalan-Jalan Hemat dan Efisien, 2 Hari di Singapura

Tempat-tempat di atas, yang berada di Jakarta, kabar gembiranya sudah terintegrasi dengan transportasi publik baik internal Jakarta atau lintas Jabodetabek. Sebagai contohnya yaitu ketika tiba di Stasiun Pasar Senen, kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju lokasi tujuan baik menggunakan Commuter Line dan Transjakarta. Sedangkan untuk Terminal Bus Kampung Rambutan bisa dilanjutkan lewat Transjakarta ataupun angkot dan kopaja.

Transportasi Publik

MRT atau Mass Rapid Transit

Bisa juga kamu menggunakan transportasi lain, seperti bus atau angkot. Source: Google.com

Baru-baru ini, Indonesia resmi memiliki transportasi publik seperti negara maju. MRT ini digadang menjadi transportasi canggih masa kini karena tak ada gangguan transportasi lain. Ini disebabkan jalur yang dilintasi MRT meliputi jalur bawah tanah dan jalan layang. Sehingga akan mempermudah warga dalam mobilisasi, terutama dalam lajur yang dilewatinya. Selain itu, mitos transportasi Indonesia yang tidak pernah tepat waktu atau ngaret akan menjadi sebuah cerita lama dalam MRT ini.

Saat ini, jalur MRT Jakarta terbentang dari Stasiun Lebak Bulus sampai Bundaran HI. Beberapa tempat singgah dari luar kota yaitu Terminal Lebak Bulus dan Terminal Blok M. Bagi kamu yang bertujuan ke Senayan, Istora ataupun sekitaran bundaran HI bisa mencoba transportasi ini. Kabar gembiranya, proyek MRT ini akan diperpanjang mulai dari Monas sampai ke Kota (Kota Tua).

Baca Juga: Tips Mengelola Keuangan Mahasiswa Ala Cerdaskan

Cara menggunakan MRT ini, kamu bisa membeli langsung tiket harian atau Single Trip di setiap loket stasiun. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan akLingko, E-Money (Mandiri), Brizzi (BRI), Tap Cash (BNI), Flazz (BCA) and JakCard (DKI). Harga maksimal yang harus dikeluarkan dari Lebak Bulus ke HI yaitu Rp. 14.000. So, kamu tak usah bingung sampe di sini ya. Simak lebih lanjut di Websitenya yuk [MRT Jakarta]

Commuter Line atau KRL

Transportasi yang satu ini memang sudah mnjadi jantung Jakarta dan daerah komuternya. Tingkat ketergantungan pada transportasi ini bisa kamu lihat setiap pagi dan sore di hari kerja. Penumpang hilir mudik penuh sesak di setiap gerbongnya. Apalagi saat ini jangkauan Commuter Line diperpanjang mulai dari Cikarang, Bogor, Tangerang hingga Rangkas Bitung. So, bagi kamu yang mampir ke Jakarta dan bertolak di sekitaran tiap stasiun Jakarta bisa menggunakan transportasi ini. Misalnya ketika tiba di Jakarta di Pasar Senen, kamu bisa langsung dari sana. Tapi, bagi kamu yang menggunakan Stasiun Gambir tidak akan disinggahi doi.

Oh ya, saat ini juga Commuter Line tidak lagi jomblo, kayak kamu. Selain MRT, ada juga kereta bandara yang menghubungkan Bandara Soekarno-Hatta dan Stasiun Bekasi. Jadi ketika kamu dari Bandara bisa memilih dengan Damri dan Kereta Bandara.

Untuk penggunaan KRL, sama seperti MRT. Kamu bisa menggunakan kartu e-money standard biasa dan tiket harian berjalan atau tiket KRL utuk jangka waktu yang lama. Untuk THB kamu akan dikenakan Rp.10.000, namun ini akan dikembalikan kembali ketika kamu menukarkannya dengan kartu tersebut di loket.

BRT (Bus Rapid Transit) atau TransJakarta

Selanjutnya yaitu moda transportasi yang sering malang melintang di jalanan Jakarta, Bus Rapid Transit atau Busway atau Transjakarta. Transportasi ini telah menjalar bak jaring laba-laba mengitari Jabodetabek. Setiap tempat hampir sudah terjamah di bawah operasi Busway ini. Alhasil, kamu tidak akan bingung menggunakan apa, tapi bingung rutenya kemana hehe.

Perihal rute, kamu hanya perlu rajin bertanya saja ke kondektur bus, mereka sudah diatur ramah pada penumpang. Jam operasinya pun cukup panjang untuk Busway ini, yaitu selama 24 jam nonstop loh. Operasi ini tersebar di 13 koridor dengan 260 halte di Jakarta. Selain itu, harga yang cukup ramah kantong untuk keliling Jabodetabek hanya perlu Rp.3.500 saja, asal kamu tidak keluar halte.

Penggunaan Busway sama seperti sebelumnya yaitu menggunakan e-money untuk masuk ke haltenya, namun jika kamu naik di halte pengumpan bisa bayar tunai.

Angkutan Lainnya

Angkutan lain yang meramaikan jalanan ibu kota yaitu Metro mini, Kopaja, Koantas Bima dan angkot. Angkutan ini sudah ada sejak, negara api menyerang, dulu kala. Mungkin angkutan ini tidak asing untuk warga, wakanda, pendatang karena ada pula di tempat asalmu. Hanya saja seperti metro mini, kopaja dan koantas bima beda nama namun tetap satu moda, yaitu bus kecil. Bagi kamu yang memang lebih nyaman menggunakannya dan berhenti tidak terikat halte bisa jadi alternatif dalam menjarah Jakarta.

Sedangkan angkot, sudah pasti mengenal transportasi ini. Setiap kabupaten dan kota memiliki jaringan angkotan kota ataupun angkutan desa. Di Jakarta, kamu juga bisa menemukan angkutan ini yang beroperasi 24 jam berdampingan dengan busway.

Untuk alternatif terakhir, bukan transportasi publik juga, yaitu Grab dan Go-jek. Untuk lebih jelasnya kamu hanya tinggal mengunduh aplikasi di ponsel cerdas kamu hehee.

Penutup

Oke, sudah tiba di penghujung artikel saatnya menyudahi tulisan ini, supaya kamu rindu. Untuk saat ini hanya sampai di sini saja. Saya hanya bisa berharap kamu lebih suka dan cinta menggunakan transportasi publik. Manfaat yang dirasakan memang masih dalam tahap segi harga, namun dalam jangka panjang kemacetan Jakarta bisa terurai dengan transportasi publik. Tokyo saja dengan gemerlap kota modern, terkenal dengan transportasi publiknya yaitu kereta. So, transportasi publik itu kelasnya lebih tinggi loh, jadi tidak usah malu.

Jika kamu suka menulis tapi merasa membuat & mengurus blog ribet, kamu bisa langsung berkontribusi di Cerdaskan.ID! Kamu tidak perlu membuat akun, dan tulisanmupun bisa kamu kirim lewat chat atau metode lain, dimana tim kami bisa bantu melakukan editing agar asik dibaca banyak orang! Lihat bagaimana caranya.

Redaksi - Arif Budiman

Penyuka langit biru di antara pepohonan yang hijau

Punya Pertanyaan atau Komentar untuk Kontributor?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu