Public transportation a.k.a Kendaraan Umum = Alay + Miskin (?)

Menggunakan transportasi umum, alay atau miskin?

Kali ini Cerdaskan.ID akan memuat artikel yang merupakan repost dari Hello Hils! yang bercerita tentang pilihan seseorang menggunakan kendaraan umum. Penasaran kan? Yuk lanjutkan membaca hingga bawah!

Pendahuluan

Diantara banyaknya orang yang menggunakan kendaraan pribadi dalam bepergian, terdapat pula orang-orang yang memilih menggunakan public transportation a.k.a transportasi umum untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Namun beberapa orang kadangkala dengan kejamnya judge atau men-cap negatif akan pilihan tersebut. Contoh kasusnya dijabarkan dengan apik dibawah ini:

Naik apa, Hil?”

Santai, ada angkot atau Go-Jek

Saya tinggal di Kota Bandung yang merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya menurut jumlah penduduk. Pasti sudah bisa dibayangkan bagaimana macetnya. 
(https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Bandung)

Menurut Google Maps jarak dari rumah saya ke kampus sekitar 13 km.

Memerlukan waktu sekitar satu setengah hingga dua jam untuk sampai ke kampus. 

Rute yang paling sering saya lalui adalah rumah – kampus, kampus – rumah.

Kalau ke kampus naik apa?

Saya sering mendapat pertanyaan seperti itu

Atau kalau sedang pergi ke sebuah acara, lalu saat acara sudah selesai dan waktunya pulang tiba saya mendapatkan pertanyaan :

Pulangnya naik apa?

Naik *masukan nama atau jenis kendaraan umum*

Respon yang biasanya saya dapatkan adalah

Oh….
Loh emang ga dijemput?
Ga naik motor atau mobil?
Setiap hari naik *masukan nama atau jenis kendaraan umum* ?”

Kalau tentang rute ke kampus, respon dari orang-orang biasanya

Itu kan jauh banget, Hil
Macet banget
Ga cape gitu?

Iya macet dan jauh sehingga membuat saya lelah

Ini biasanya respon saya yang merupakan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut

But hey that’s just a part of life.

Alasan saya seringkali menggunakan kendaraan umum itu :

  1. Saya orangnya mudah mengantuk dan sering melamun (alasan halus untuk malas).
  2. Untuk kondisi dan situasi sekarang kendaraan umum adalah pilihan yang paling efektif menurut saya.

“Alah, bilang aja kamu kamu miskin, Hil.”

You are poor
Ga gaul banget hari gini naik angkot

Itu benar.
Berdasarkan materi dan kondisi saat ini “I’m poor
Saya seorang mahasiswi dan semua fasilitas yang saya pakai atau miliki adalah pemberian atau pinjaman dari orang tua.

Itu benar.
Dari rumah sudah rapi ketika sampai tempat tujuan seringkali jadi lusuh karena berkeringat.
Kalau naik angkot tidak ada AC, kalau naik Go-jek sudah kena polusi udara,

Pertanyaan sekaligus alasan sok bijak dan sok pintarnya adalah:

  1. Kalau semua orang memakai kendaraan pribadi, jalanan mau kaya gimana?
  2. Bagaimana dengan profesi supir kendaraan umum? mereka mau bagaimana?

Alasan menghibur dirinya adalah :

  1. Saya telah membantu mengurangi kemacetan.
  2. Saya turut membantu berbagai macam profesi yang berkaitan dengan kendaraan umum
  3. Saya menghindari diri saya dari hal-hal yang tidak diinginkan berkaitan dengan diri saya yang mudah mengantuk dan melamun.
  4. Saya sok-sok menaati peraturan dengan tidak mengendarai kendaraan tertentu jika belum punya sim jenis tertentu.
  5. Saya turut membantu mengurangi polusi udara.
  6. Saya sok-sok tidak mau memaksakan diri dengan membeli sesuatu yang saya belum mampu untuk beli atau merengek kepada orangtua untuk membelikannya tapi jadinya “maksa” (Saya tidak menghakimi orang-orang yang memilih untuk bertindak demikian, it’s your choice and that’s okay)

(+) Menggunakan kendaraan umum

  • Tidak pegal tangan atau kaki.
  • Bisa tidur dan melamun saat diperjalanan.
  • Bisa mendapatkan cerita dari supir kendaraan umum jadi lebih mengetahui tentang kehidupan (?) (Ini sedikit serius kadang seringkali mendapatkan informasi yang bermanfaat, dari informasi kemacetan, bola, hingga curahan hati)
  • Turut membantu mengurangi kemacetan dan polusi udara
  • Melihat banyak fenomena (mulai dari yang bawa belanjaan dari pasar hingga yang pakai blazer ada)

(-) Menggunakan kendaraan umum

  • Lama (terutama angkot suka menunggu penumpang)
  • Kehujanan dan kepanasan yang menjadikan wajah kusam.
  • Lebih mahal (bergantung pada situasi dan kondisi).

Apakah saya selalu menggunakan kendaraan umum?

Kadang saya ikut dengan teman atau keluarga menggunakan kendaraan pribadi.

Kadang saya menggunakan kendaraan pribadi.

Apakah saya akan terus menggunakan kendaraan umum di masa depan?

Belum tahu. Mungkin iya. Mungkin tidak.

Bila saya mampu untuk memiliki kendaraan pribadi sendiri, akankah saya tetap menggunakan kendaraan umum?

Belum tahu. Namun, saya berharap semoga saya tetap bisa menggunakan kendaraan umum.

It’s all about choice.

Kamu bisa mampu menggunakan kendaraan pribadi dan memilih untuk menggunakan kendaraan tersebut.

Kamu bisa mampu menggunakan kendaraan pribadi dan memilih untuk menggunakan kendaraan umum.

Kamu bisa tidak mampu menggunakan kendaraan pribadi dan harus menggunakan kendaraan umum.

Kamu bisa tidak mampu menggunakan kendaraan pribadi, namun tetap “berusaha” untuk menggunakan kendaraan pribadi.

Apapun itu. Itu adalah pilihan kamu dengan segala konsekuensinya. 

A developed country is not a place where the poor have cars. It’s where the rich use public transportation.” ― Gustavo Petro

fail home video GIF by Cheezburger
At least mengantuk saat menumpang transportasi umum lebih aman dibanding mengantuk saat membawa kendaraan pribadi. Ya ga guys?

Penutup

Well, sekian dulu cerita singkat mengenai pendapat penulis tentang penggunaan transportasi / kendaraan umum maupun transportasi pribadi, dua-duanya ga salah kok! Tergantung menurutmu efektif yang mana. Setiap individu berhak memilih, so stop judging other people yah guys!

Nah kamu suka menulis dan mau membagikan inspirasi, opini bahkan pengetahuan yang kamu punya tapi merasa membuat & mengurus blog ribet, kamu bisa langsung berkontribusi di Cerdaskan.ID! Kamu tidak perlu membuat akun, dan tulisanmupun bisa kamu kirim lewat chat atau metode lain, dimana tim kami bisa bantu melakukan editing agar asik dibaca banyak orang! Lihat bagaimana caranya

Sumber

Sumber Artikel : http://hellohils.blogspot.com/2016/10/public-transportation-alay-miskin.html?m=1
Sumber Quote : http://www.goodreads.com/quotes/879556-a-developed-country-is-not-a-place-where-the-poor

Punya Pertanyaan atau Komentar untuk Kontributor?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu