Anak Muda Sebagai Entitas Pembangunan Wacana Publik

Kali ini Cerdaskan.ID akan memuat artikel mengenai Anak Muda Sebagai Entitas Pembangunan Wacana Publik dari salah satu kontributor kita!, lanjutkan baca kebawah:

Pendahuluan

Dalam lingkup Demokrasi, kita patut bersyukur bahwa kita disuguhi oleh pilihan preferensi narasi yang kaya. Semua orang berhak memberikan gagasannya dalam pelbagai bidang tanpa adanya kekangan dari rezim untuk membatasi wacana yang dinilai mengganggu status quo.

Preferensi yang kaya ini menyebabkan kita berada pada persimpangan gagasan mana yang sekiranya secara substansi cocok bagi kita. Anak muda yang dahulu begitu susah menarasikan wacananya kini disediakan berbagai platform dalam menyebarkan wacananya.

Namun, bagaimana posisi anak muda hari ini dalam melihat potensi ini?

Agenda Setting

Dalam proses Kebijakan Publik, salah satu tahapan yang penting dalam perumusan Kebijakan Publik adalah Agenda Setting.

Diagram model teori agenda setting

Agenda Setting menjadi panduan bagi para pemangku kebijakan untuk merumuskan isu apa saja yang sekiranya akan diakomodir oleh kebijakan publik. Ruang Publik disini menjadi titik vital dalam proses Agenda Setting karena menyediakan tempat bagi khalayak untuk menarasikan gagasan dan kepentingannya.

Gender Quality

Narasi gender equality hingga ekonomi kerakyatan dapat kita sampaikan pada ruang publik ini. Apalagi, saat ini ruang publik kontemporer tidak hanya berbentuk orasi di tempat umum seperti layaknya Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) pada tahun 1966, tetapi juga sosial media sebagai public domain juga menjadi sarana yang efektif dalam menyampaikan narasi. Tagar dalam Twitter hingga petisi dalam change.org seringkali menjadi penanda yang efektif bagi khalayak untuk menarasikan apa yang menjadi gagasan atau kepentingannya.

Koalisi antar kelompok

Dalam Agenda Setting, salah satu komponen penting agar suatu isu menjadi hal yang patut diakomodir oleh pemangku kebijakan adalah koalisi antar kelompok kepentingan dan mobilisasi antar kelompok kepentingan. Anak Muda sebagai salah satu entitas atau kelompok dapat meningkatkan public awareness dalam melihat suatu isu.

Misalnya, pembukaan fakta yang sebenarnya terkait dengan pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia bisa menjadi salah satu narasi yang awalnya menguap ditengah masyarakat lalu kemudian anak muda kembali menarasikannya hingga isu tersebut bisa meningkatkan atensi masyarakat. Aksi Kamisan yang diselenggarakan oleh orangtua korban kejadian 1998 yang bahkan sudah melakukan aksi di depan istana negara awalnya tidak terlalu mendapatkan atensi dari masyarakat.

Membuat Public Awareness

Akan tetapi, ketika anak muda bisa memobilisasi wacana ini ke kelompok-kelompok lain, maka diharapkan efek domino perguliran wacana tersebut bisa terjadi hingga terciptanya public awareness pada isu pelanggaran HAM. Itu salah satu contoh, bisa jadi narasi lain kita gulirkan demi meningkatkan public awareness terhadap suatu isu.

Kita anak muda seringkali pesimistis ketika membangun wacana karena paradigma yang mengatakan bahwa anak muda belum memiliki power untuk membuat khalayak percaya atau yakin pada narasinya. Ada pepatah dari Jack Ma yang memang mengatakan bahwa kentut dari orang yang sukses pun bisa menjadi narasi emas yang didengarkan oleh khalayak banyak.

Substansi menjadi sukses

Saya bukan menyuruh anda untuk tidak sukses, menjadi sukses menurut saya adalah priviledge agar narasi yang kita dibangun bisa lebih didengarkan. Namun, menurut saya hal yang harus menjadi yang utama dan pertama agar narasi kita didengar adalah substansi dari narasi yang kita bawa. Substansi yang seyogyanya dibangun adalah substansi yang berpihak pada kebenaran.

Idealisme Sebagai Bahan Bakar Awareness

Sebagai anak muda, hal yang menjadi keyakinan saya adalah idealisme yang masih membara dalam diri anak muda. Idealisme tersebut menjadi bahan bakar anak muda untuk menarasikan wacana yang benar-benar secara substansi bisa menjadi solusi bagi permasalahan masyarakat.

Masyarakat bisa dengan jernih melihat wacana yang berlandaskan kebenaran karena pada dasarnya wacana tersebut membela kepentingannya. Sehingga, kekhawatiran anak muda akan atensi dari masyarakat terhadap wacana yang dibangunnya bisa teratasi dengan pembangunan wacana yang substantif dan solutif.

Public awareness juga penting

Selanjutnya, semangat kolektifitas anak muda dalam membangun wacana guna meningkatkan public awareness menjadi titik vital dalam keberhasilan pembangunan wacana. Anak muda memang memiliki orientasi dan ideologi yang berbeda. Namun, saya memiliki keyakinan, bahwa kebenaran menjadi jembatan perbedaan orientasi dan ideologi anak muda.

Kebenaran adalah bentuk pejawantahan dari idealisme yang dimiliki oleh anak muda, sehingga semangat kolektifitas akan kebenaran bisa kita lihat lagi pasca Reformasi 1998. Jembatan tersebut mengilhami adanya Mobilisasi perguliran wacana oleh anak muda melalui semangat kolektifitas akan kebenaran, sehingga wacana yang digulirkan dalam agenda setting bisa berhasil mendapatkan atensi dari pemangku kebijakan.

Penutup

Akhir kata, yang terpenting adalah sebagai anak muda, sudah seyogyanya kita sama-sama membangun wacana terciptanya masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh Tuhan yang Maha Esa dengan platform masing-masing. Tak lupa juga, narasi pluralitas dan kebhinekaan menjadi nafas bagi kita untuk mewujudkan wacana yang tadi saya sebutkan. Semoga..

Mari mulai berbagi untuk mencerdaskan!

Jika kamu suka menulis tapi merasa membuat&mengurus blog ribet, kamu bisa langsung berkontribusi di Cerdaskan.ID! Kamu tidak perlu membuat akun, dan tulisanmupun bisa kamu kirim lewat chat atau metode lain, dimana tim kami bisa bantu melakukan editing agar asik dibaca banyak orang! Lihat bagaimana caranya

Oleh: Muhammad Arief Virgy

Kepala Departemen Kajian dan Aksi Strategis BEM Kema Unpad 2018


Punya Pertanyaan atau Komentar untuk Kontributor?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu