Bahasa Asing Terhadap Nasionalisme Bangsa – Pro dan Kontra Berikut Argumentasinya

Kaliini Cerdaskan.ID akan mengupas sebuah artikel tentang apasih pro kontra belajar bahasa asing terhadap nasionalisme bangsa. Di sini akan membahas dan melihat apakah ketika kita belajar bahasa asing akan menghilangkan nasionalisme atau malahmemperkuat.

Bagi kamu yang saat ini sedang ataupun ingin belajar bahasa asing namun terkendala isu nasionalisme pada negara tercinta Indonesia, yuk simak artikelnya sebagai berikut.

Pendahuluan

Bahasa asing yang populer bahasa Inggris. Source: Pexels.com

Minat belajar terhadap bahasa asing memang sangat menggeliat di era globalisasi. Ini tidak bukan karena adanya  persinggungan budaya antar bangsa. Secara kasat mata, dampak dari asimilasi budaya demikian tidak memandang usia. Anak-anak, muda dan dewasa sama-sama merasakan kemajuan papasan budaya bangsa sendiri dengan budaya asing. Contoh konkretnya yaitu kamu lihat dengan merebaknya balita yang sudah bisa berbahasa asing, bahkan tidak menguasai bahasa nasionalnya atau bahasa ibunya.

Baca juga: Daftar Informasi Kursus Bahasa Jepang Lengkap dan Terpercaya

Fenomena lumrah lain yang biasanya kita dengar yaitu ketika menggunakan bahasa asingcenderung dibully. Individu sering dikata “sok Inggris” ataupun semacamnya. Memang sih bagi orang yang sedang komitmen ingin membentuk kebiasaan bahasa Inggris atau bahasa lain, ini menjadi kendala.

Mereka memang memiliki itikad baik demi mengejar impian ataupun membuka pikiran danlebih fasih berbahasa asing. Namun memang di sisi lain sikap mencintai bahasa nasional harus dijunjung tinggi, terutama ketika berada di tanah pertiwi. So,apa kamu pernah mengamali hal demikian?

Yuk bagi kamu yang bingung dengan pikiran sendiri atau merasa tertarik dengan isu ini, bisa membaca artikelnya hingga tuntas, kuy!

Menggunakan Bahasa Asing anti-nasionalisme, benarkah begitu?

Sebelum kita beranjak membahas pro dan kontra mengenai bahasa asing yang mempengaruhi nasionalisme, kita jabarin satu-satu apasih makna bahasa asing, bahasa nasional, nasionalisme, dan penelitian mengenai itu. Sehingga ketika kita tahun secara definitif mengenai hal demikian, kita tidak akan salah kaprah dalam menafsirkan fenomena di atas.

Ini daftar bahasa asing yang populer dipelajari. Source: Pexels.com

Sebelum itu juga, ada sebuah penelitian menarik tentang alam pikir kita dalam membuat sebuah korelasi atau hubungan. Berdasarkan tulisan dan penelitian Daniel Kahneman dan Amos Travesky, dalam pikiran kita terdapat dua sistem yang siap dalam membuat kesimpulan atau korelasi suatu fenomena. Intinya alam pikir kita akan cenderung terpancing membuat kesimpulan yang tidak relevan dengan antara satu hal dengan hal alinnya. Ini dikarenakan kita sering terkena bias sampling, halo effect, heuristik dan sebagainya.

Yang ingin saya sampaikan sebenernya simple aja, kita harus hati-hati membuat sebuah hubungan atau kesimpulan tanpa data yang memadai. Sehingga ketika kita mengemukakan suatu pernyataan bisa dipertanggung jawabkan dan sesuai dengan realitas.

Definisi Konsep

Bahasa asing

Apasih bahasa asing itu? Apakah bahasa selain bahasa nasional? Berarti bahasa daerah juga asing dong?

Hayo bahasa siapa yang offensif

Bahasa asing secara definitif bisa diartikan sebagai bahasa yang tidak digunakan oleh di suatu lingkungan. Misalnya kita ambil contoh di Indonesia, bahasa asing yang berlaku di Indonesia seperti bahasa Inggris, Jepang, China dan sebagainya (Wikipedia_Asing). Jadi bisa diartikan bahasa yang di luar suatu lingkungan.

Baca juga: Cara Cepat Belajar Bahasa Inggris Mudah dan Praktis

Namun karena di Indonesia memiliki beragam budaya dan bahasa, sehingga definisi yang berlaku adalah bahasa asing merupakan bahasa yang tidak digunakan sebagai bahasa utama dan bahasa ibu di tanah air. So, bahasa daerah bukan bahasa asing ya.

Bahasa Nasional

Arti bahasa nasional mungkin sudah diketahui oleh kita semua, itu bisa dibuktikan dengan sejak sekolah dasar kita mendapatkan mata pelajaran bahasa Indonesia dan PPKN. Hayo yang sudah lupa dengan mata pelajarannya siapa? Oh iya bahasa Indonesia memiliki kedudukan sebagai bahasa nasional, bahasa resmi, identitas negara dan lingua franca.

Dalam perluasannya, bahasa nasional terdiri dari bahasa teritori, bahasa daerahm bahasa umum, dan bahasa sentral (Wikipedia). Fungsinya yaitu sebagai pendukung bahasa nasional, pengantar di sekolah dasar, lambang identitas daerah dan mempererat hubungan keluarga (Scribid – Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia).

Nasionalisme

Secara singkat saja, nasionalisme diartikan sebagai loyalitas, dukungan, dan identifikasi identitas diri terhadap suatu negara atau bangsa sendiri dan mengesampingkan atau merugikan kepentingan negara lain. Sederhananya memiliki identitas bersama dengan sekelompok manusia yang memiliki tujuan, cita-cita yang sama demi kepentingan nasional.

Pro Menggunakan Bahasa Asing terhadap Nasionalisme

Menggunakan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari memang bisa meningkatkan kemampuan seseorang dalam bahasa tersebut. Dalam artikel ini kita ambil kasus penggunaan bahasa Inggris. Argumentasi pro penggunaan bahasa asing bisa didasarkan pada pernyataan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Muhammad Nuh, beliau menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara nasionalisme dengan penggunaan bahasa asing.

Baca juga: 5 Bahasa Asing yang Bermanfaat Dipelajari Pelajar Selain Bahasa Inggris

Ketika orang memiliki kemampuan bahasa asing yang mumpuni, bisa menjadi modal dalam memajukan Indonesia. Menguasai bahasa asing akan membuka jendela dunia dan meningkatkan tingkat literasi bangsa. Selain itu, berdasarkan penelitian, orang yang menguasai beragam bahasa akan memiliki pola pikir mendunia, kesempatan kerja luas, dan meningkatkan mental function yang akan menghindari pikun usia dini. Di samping itu, akan lebih memotivasi orang Indonesia lain untuk bisa berbahasa asing untuk kepentingan baik profesi ataupun akademiknya.

Selain itu juga Bapak Proklamator yaitu Ir. Soekarno dan Moh. Hatta memiliki kemampuan mumpuni berbagai bahasa asing. Selain itu juga rasa nasionalisme mereka sangat tidak bisa diragukan lagi. Sehingga penguasaan bahasa asing bukanlah sesuatu yang tabu atau menghilangkan rasa nasionalisme seseorang. Bahasa asing bagus untuk kemajuan Indonesia juga, misalnya menjalin komunikasi bantuan atau kerja sama antar organisasi dan sebagainya. Ini dipraktikan oleh presiden-presiden kita ketika berada di forum internasional.

Baca juga: Aplikasi Belajar Bahasa Inggris Android Wajib Dimiliki Siswa atau Mahasiswa

Alasan lainnya yaitu kita harus mencari tahu indikator seseorang yang memiliki nasionalisme, ada hal lain seperti suku, sejarah, dan nilai lain yang tertuang dalam pancasila. Secara definisi konseptual, nasionalisme digambarkan dengan loyalitas dan identifikasi sosial untuk kepentingan nasional. Loyalitas seseorang tidak hanya dilihat dari segi bahasa, namun pengabdian dan bela terhadap negara dengan menjadi orang baik serta menguntungkan negara sudah termasuk ke dalam loyal terhadap negara. Ini juga bisa menjadi indikator bela negara sesuai dengan profesi yang dijalankan.

Yang harus dipertanyakan nasionalismenya yaitu bukan orang yang berbahasa asing, namun mereka yang duduk di kursi pemerintah tetapi masih korup dengan kinerjanya.

Kontra Menggunakan Bahasa Asing terhadap Nasionalisme

Ayo counter attack wkwk

Saat ini tren penggunaan bahasa asing memang memiliki gengsi tinggi terutama di kalangan anak muda. Mereka akan lebih bangga menggunakan bahasa asing daripada bahasa Indonesia. Tentunya dengan memiliki sikap positif bahwa bahasa asing lebih tinggi daripada bahasa Indonesia, secara alamiah akan menurunkan minat pada seseorang. Apalagi biasanya bagi orang yang berasal dari daerah, mereka akan cenderung malu menggunakan bahasa daerahnya. Padahal itu sebagai entitas dan warisan bangsa, bahasa daerah juga sebagai identitas nasional yang memiliki keragaman budaya dan bahasa.

Ketergerusan salah satu identitas nasional ini diperparah oleh tren tersebut berada di anak muda. Padahal mereka adalah generasi penerus bangsa. Apalagi banyak orang tua yang berlomba mendinikan penguasaan bahasa asing, terutama inggris terhadap anaknya. Sehingga secara reflektif anak tersebut akan berbahasa asing. Tentunya mereka yang menggunakan bahasa asing dalam sehari-hari akan terkadang mengkaburkan makna beberapa kata dalam bahasa sendiri.

Baca juga: Informasi Tempat Kursus Bahasa Jerman Lengkap

Seharusnya penggunaan bahasa asing harus lebih difokuskan dalam kegiatan akademis atau kerja, tidak dibawa ke dalam interaksi di dalam masyarakat. Karena fungsi dari penguasaan bahasa asing hanya untuk kepentingan dalam meningkatkan karir, melanjutkan studi, ataupun menambah wawasan. Sedangkan fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia yaitu sebagai bahasa penghubung dan bahasa pemersatu. Selebihnya menggunakan bahasa nasional yang diperluas pada daerah masing-masing.

Namun di sini bukan berfokus pada pelarangan mempelajari bahasa asing, akan tetapi dalam penggunaannya di kehdiupan sehari-hari. Akan lebih disarankan dan lebih mencintai bahasa nasional serta bahasa daerah untuk terus digunakan dalam interaksi sehari-hari. Penggunaan bahasa asing hanya digencarkan saja untuk kepentingan dalam ranah akademis, pekerjaan, dan kerja sama saja.

Penutup

Demikianlah sedikit berbagi pendapat mengenai pro dan kontra berikut argumen bahasa asing di negara ini, semoga artikel ini bisa membuka wawasan bagi kita semua dan tidak memiliki kesalahan dalam memandang sesuatu.

Saran terakhir sebagai penulis, saya lebih menyarankan untuk tetaplah mempelajari bahasa asing untuk kepentingan baik akademis ataupun pekerjaan. Akan tetapi jika dalam kehidupan sehari-hari gunakanlah bahasa nasionalmu, jika orang daerah akan lebih baik menggunakan bahasa daerahnya. Karena ini sama dengan menjaga warisan dan budaya Indonesia yang multi-kultural.

Informasi tambahan terakhir, jika kamu suka menulis tapi merasa membuat & mengurus blog ribet, kamu bisa langsung berkontribusi di Cerdaskan.ID! Kamu tidak perlu membuat akun, dan tulisanmu pun bisa kamu kirim lewat chat atau metode lain, dimana tim kami bisa bantu melakukan editing agar asik dibaca banyak orang! Lihat bagaimana caranya.

Terima kasih.

Daftar Pustaka

Scribid, https://www.scribd.com

Kompasiana, https://www.kompasiana.com/masgitocamp.wordpress.com/552ffdf06ea834aa7f8b4572/benarkan-bahasa-inggris-melemahkan-nasionalisme

Viva, https://www.viva.co.id/vbuzz/993348-berbahasa-inggris-berarti-enggak-nasionalis-benarkah

Wikipedia, https://id.wikipedia.org

Redaksi - Arif Budiman

Penyuka langit biru di antara pepohonan yang hijau

Punya Pertanyaan atau Komentar untuk Kontributor?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu