Cara Mencegah Korupsi Sejak Dini Dari Diri Sendiri

Kali ini Cerdaskan.ID akan memuat artikel mengenai salah satu tindakan preventif tentang fenomena besar dengan judul Cara Mencegah Korupsi Sejak Dini Dari Diri Sendiri.

Bagi kamu yang memang fokus dan tertarik dengan korupsi, kamu perlu menyimak artikel ini hingga akhir. Yuk baca sampai tuntas supaya bisa mencegah menjamurnya korupsi di Indonesia!

Pendahuluan

Pejabat korupsi yang tertangkap basah polisi. source: Pexels

Di Indonesia, korupsi seperti lumrah dilakukan oleh setiap pejabat publik, bahkan setiap orang. Setiap saat KPK selalu disibukan untuk memeriksa para pejabat, baik mereka yang ditangkap tangan ataupun dengan bukti bejibun dan jelas. Bahkan ada beberapa pejabat yang bekerja sama dan berkelompok melakukan aksi bejat ini. Contohnya yaitu baru-baru ini telah ditangkap beberapa pejabat di suatu kabupaten, yang mana mereka bergerombol bersama-sama ditangkap.

Namun anehnya mereka sering sekali lolos dari kurungan ataupun jeratan hukuman. Jikalau tertangkap mereka dipenjarakan dengan fasilitas mewah yang bukan seperti masyarakat binaan. Selain itu, sikap mereka yang terlanjur bobrok tidak terlihat menyesal. Malahan mereka bisa tertawa riang hingga selfie dengan kebobrokannya.

Baca juga: Kamu Sedang Mempelajari Studi Perbandingan Politik? Pahami 3 Konsep ini!

Masyarakat harusnya lebih sadar dan lebih proaktif dalam melihat kasus ini. Karena yang menjadi korban tidak lain yaitu rakyat itu sendiri. Sehingga harusnya bisa menuntut mereka dan bisa melakukan tindakan pencegahan. Oleh karena itu, sangat diharapkan generasi penerus bangsa terutama anak muda bisa menjunjung kebersihan dalam bekerja dan mencintai tanah air. Sehingga pencegahan korupsi sejak dini terutama dari diri sendiri perlu digalakan.

Yuk langsung simak saja simak cara apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah korupsi sejak dini dari diri sendiri!

Cara mencegah korupsi sejak dini dari diri sendiri

Ajarkan Anak dan diri untuk Tidak Berbohong

Salah satu asbab dan asal muasal dari korupsi yaitu sebuah kebohongan. Ketika berbohong memang akan merasa lega. Namun secara tidak sadar mental kita dibentuk untuk menghindari sebuah tanggung jawab. Karena sejatinya orang berbohong ialah untuk melindungi dirinya dari beragam tanggung jawab. Jika mencondongkan diri pada teori Belajar, orang akan melakukan sesuatu karena proses pembiasaan yang didukung oleh baik hukuman atau penguatan.

Dalam kontek ini, pencegahan korupsi dengan membiasakan diri untuk melaporkan sesuatu apa adanya. Ketika seseorang terbiasa bersikap jujur, dalam dirinya akan tertanam moral yang kuat dan menurunkan “Kejijikan Moral.” Dampak lainnya yaitu akan kehilangan kepercayaan orang lain, serta perlu diketahui kepercayaan itu susah.

Baca juga: Tips Mengelola Keuangan Mahasiswa Ala Cerdaskan

Selain membiasakan diri untuk hidup jujur, kamu yang punya anak harus mengajarkannya tidak berbohong. Secara tidak sadar pemberian alasan pada anak semisal anak merengek minta sesuatau atau karena sesuatu, sebagai orang tua sering memberikan alasan yang tidak masuk akal atau berbohong. Contoh populer lainnya yaitu memberikan cerita si Kancil.

Dalam cerita tersebut, si Kancil memang terkesan cerdas, namun dia menghalalkan segala cara untuk menipu lawannya. Dengan meminimalkan hal tersebut, kita telah berusaha ikut serta mencetak generasi yang kokoh dan jujur.

Perkaya Ilmu Agama

Memperkaya ilmu agama akan lebih menjauhkan diri dari perilaku keji. Source: Pexels

Memperkaya ilmu agama merupakan jalan yang sangat penting untung menghindari diri dari korupsi. Semua agama yang ada pasti tidak memberikan perintah untuk merugikan orang lain seperti korupsi atau menipu. Agama hadir untuk menghubungkan kita dengan sang pencipta. Dengan kaya akan ilmu agama, itu akan membuat diri menjadi lebih terhubung dengan Tuhan atau memiliki nilai religiusitas dan spiritualitas yang tinggi. Efek lainnya yaitu kita akan memiliki moralitas dan mentalitas yang kuat.

Sebagai contoh dalam ajaran Islam, hal ini diatur sedemikian rupa. Jangankan korupsi, merugikan orang lain dengan membuat mereka sakit hati atau dibohongi merupakan tindakan yang tidak terpuji. Ajaran lainnya yaitu untuk rukun dengan sesama, bersyukur, tidak berperilaku yang mubadzir dan sebagainya. Implikasinya yaitu akan meningkatkan dan mempersipakan ibadah serta menjauhi yang mungkar untuk kehidupan selanjutnya.

Sebagai orang dewasa atau orang tua, peran tersebut sangat penting. Dimana dituntut untuk mengajarkan dan menanamkan sikap beragama pada anak-anak.

Sebagai Siswa/Mahasiswa Diusahakan Jangan Mencontek

Hayo loh siapa yang masih mencontek saat ulangan?

Belajar biar ga nyontek guys

Mencontek atau Cheating kerap ditemukan dalam ujian akhir biasanya. Tujuannya pasti sama yaitu untuk mencapai nilai tinggi dalam ujian, namun dilakukan dengan cara yang salah. Pelajar yang mencontek cenderung tidak memperdulikan darimana nilai tinggi yang didapat. Padahal perilaku tersebut merupakan pelanggaran aturan dan seola-olah mereka tidak memiliki rasa malu melakukan hal tersebut atau tidak punya rasa bersalah. Ketika terjadi hal ini, berarti akan tertanam benih koruptor masa depan dalam diri pelajar.

Ironis itu ketika mahasiswa meneriaki kotornya pemerintahan, namun dirinya sendiri tidak berkaca padahal masih mencontek dan menghalalkan segala cara dalam proses akademiknya.

Dalam pencegahan korupsi dari diri, sangat diwajibkan bagi individu untuk tidak mencontek dan menghargai karya orang lain. Orang yang mencontek seakan dirinya tidak memiliki integritas, karena ketidakpercayaan terhadap diri sendiri. Yuk mulai menanamkan kebiasaan baik dalam diri dan percaya pada diri sendiri!

Taati Setiap Aturan yang Berlaku

Sebagai warga negara yang baik harus taat guys

Sebagai negara hukum tentunya Indonesia segala hal akan dilandasi dengan hukum dan aturan. Mentaati aturan yang berlaku memang merupakan kewajiban bagi semua warga. Sehingga akan tercipta tatanan hidup yang dipenuhi dengan keteraturan. Untuk contoh simpelnya yaitu ketika kamu mengendarai motor di jalanan dan tidak membawa SIM dan STNK. Kemudian kamu tertilang dan memberikan beberapa uang kepada polisi, itu sudah termasuk pelanggaran korupsi. Kamu telah mempraktikan perilaku suap menyuap demi menghindari suatu tanggung jawab.

Menaati aturan merupakan perwujudan atau implementasi tingginya moral diri. Ketika kamu memiliki tingkatan moral tinggi, kamu akan memiliki kepedulian yang tinggi pada kemanusiaan. Berdasarkan teori Kohlberg, seharusnya kita memiliki tingkatan moral di Post Konvensional atau tahapan Universal Etika. Ini berarti diri bisa melihat dengan kacamata orang lain.

Selalu Bersyukur Atas Nikmat Hidup

Korupsi sering dikaitkan dengan proses mark-up dana, kasus suap atau transaksi yang tidak tercatat dalam laporan. Ini berkaitan dengan memperkaya diri sendiri. Landasan berbuat seperti itu diprediksi karena kurangnya rasa bersyukur dalam diri dan ingin hidup berlebih-lebihan. Ketika dalam diri terpatri rasa kufur rezeki dan hidup berlebihan, harta yang diterima terasa kurang bahkan sangat kurang.

Baca juga: Cara Menggunakan Kartu Kredit Yang Bijak – Panduan, Tips, dan Trik

Rasa kurang dan haus akan harta atau keinginan merupakan perwujudan dari akal kita yang tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya. Ditambah mata yang tertutup pada mereka yang kurang mampu mencukupi kebutuhan. Karenanya diharapkan tidak selalu menengadah ke orang atas, namun harus mampu melihat orang berkesusahan dalam memenuhi kebutuhan.

Meningkatkan Self-Control

Apasih maksud dari self-control?

Self-control kontrol diri merupakan cara diri dalam menjaga diri untuk berperilaku. Sederhananya seberapa kuat diri kita dalam menjaga diri dari perilaku yang menyimpang. Sehingga individu akan mampu mengarahkan tingkah lakunya dan kemampuan diri untuk menekan atau menghambat dorongan yang ada (Chaplin, 2002). Saran ini sebenarnya berkaitan dengan sebelumnya, yaitu dengan menekan dorongan hawa nafsu yang dikontrol dengan akal kita untuk tidak terjerumus dalam kenistaan.

Dalam artian korupsi, menurut penelitan dari Michigan University kontrol diri terhadap etika atau ethic self-control dari pejabat publik dianggap sebagai salah satu faktor utama di mana penggunaan kebijaksanaan administratif. Ketika kontrol etika pribadi lemah mengakibatkan perilaku korup dan penyalahgunaan jabatan untuk tujuan pribadi. Konsep ini juga bisa memprediksi atau menjelaskan perbedaan tingkat korupsi di berbagai negara. Sehingga perlunya mengatur diri dari berbagai doronga nafsu dan meningkatkan dorongan terhadap etika harus ditingkatkan dengan cara melatih dan menunda kesenangan yang ada.

Meningkatkan Rasa Cinta Pada Indonesia

Salah satu cara mengurangi korupsi dari diri yaitu mencintai tanah air sendiri. Dengan mencintai tanah air dan bangsa membuat kita bekerja dengan lebih ikhlas. Kamu akan merasa menjadi sebuah kewajiban untuk meningkatkan kemajuan Indonesia. Perilaku menyelewengkan tugas dan aset negara merupakan sebuah hal yang tabu bagi diri ketika memiliki rasa cinta pada Indonesia. Sehingga kamu akan menjadi seorang negarawan yang akan mengorbankan diri bagi kemajuan dan kepentingan bangsa.

Penutup

And that`s it, untuk artikel cara mencegah korupsi sejak dini dari diri sendiri ini hanya sampai di sini saja. Semoga bisa menjadi bahan edukasi semua. Sehingga bisa menekan tingkat korupsi di Indonesia yang semakin menjadi setiap harinya. Mari mulai dari diri sendiri yang tidak hanya mengkritik terhadap korupsi tapi melakukan aksi walaupun terlihat kecil.

Informasi tambahan terakhir, jika kamu suka menulis tapi merasa membuat & mengurus blog ribet, kamu bisa langsung berkontribusi di Cerdaskan.ID! Kamu tidak perlu membuat akun, dan tulisanmupun bisa kamu kirim lewat chat atau metode lain, dimana tim kami bisa bantu melakukan editing agar asik dibaca banyak orang! Lihat bagaimana caranya.

Terima kasih.

Daftar Pustaka

Aleksejs Šņitņikovs, Risks of corruption and the development of self-control of public officials, https://quod.lib.umich.edu/h/humfig/11217607.0005.108/–risks-of-corruption-and-the-development-of-self-control?rgn=main;view=fulltext
Pontianak Pos, https://www.pontianakpost.co.id/siswa-dan-koruptor
Kumparan, https://kumparan.com/tips-trik/katakan-tidak-pada-korupsi-ini-trik-mencegah-potensi-korupsi-dari-diri-sendiri
UMY, http://www.umy.ac.id/cegah-korupsi-mulai-dari-diri-sendiri.html
Guru PPKN, https://guruppkn.com/penyebab-korupsi-dan-cara-mengatasinya

Redaksi - Arif Budiman

Penyuka langit biru di antara pepohonan yang hijau

Punya Pertanyaan atau Komentar untuk Kontributor?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu