Inilah 10 Soft Skills yang Harus Kamu Miliki Dalam Menghadapi Ekonomi Tahun 2020

Kali ini Cerdaskan.ID akan memuat artikel mengenai 10 soft skill yang harus kamu miliki dalam menghadapi ekonomi tahun 2020. Soft skill tersebut berguna bagi kamu untuk menghadapi persaingan global.

Apakah kamu sudah siap dengan ekonomi global tahun 2020 ?. Untuk lebih siapnya kamu bisa memperkaya diri dengan 10 soft skills di bawah ini. Yuk lanjut bacanya.

Pendahuluan

Tantangan global yang semakin komplek menuntut kita harus menjadi pribadi yang berdaya saing global. Karakteristik yang menonjol yaitu ketatnya persaingan baik dalam pekerjaan atau hal lainnya. Permintaan akan tenaga kerja yang kompeten pun baik secara hard skill dan soft skill menjadi patokan. Sebab dari permintaan tersebut adalah melimpahnya sumber daya manusia sehingga memerlukan penyeleksian yang tepat.

Skil

Sebagai sumber daya manusia, kita tentunya mengharapkan bisa mengalahkan ribuan ataupun jutaan saingan dalam mencari kerjaan. Untuk mewujudkannya kita harus terus mengasah dan memperkaya diri dengan kemampuang yang menunjang. Sehingga akan tercipta sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing global.Seperti yang disinggung di atas, perusahaan tidak hanya melirik hard skill saja [Kamu bisa baca kemampuan yang akan menguntungkan kamu disini].

Akan tetapi sisi soft skill yang melekat dengan kepribadian dan kapisitas diri akan diperhitungkan. Karena disamping menjalankan proses produksi, kita juga akan bersinggungan dengan rekan dalam perusahaan atau organisasi. Karenanya yuk simak dalam-dalam soft skills yang harus dimiliki oleh kita semua dalam mengaruhi tahun 2020 dan seterusnya.

Soft Skills yang Harus Kamu Miliki

1. Ke depan hidup semakin komplek, kamu harus bisa memecahkan masalah yang komplek.

Menyelesaikan masalah komplek. Source: Williamsinstructiondesign

Semakin hari, permasalahan manusia semakin komplek. Kompleksitas permasalahan tersebut tercermin dalam perubahan-perubahan gaya hidup masyarakat modern yang berbeda dari dulu. Meningkatnya kebutuhan dasar dan sekunder menjadi bukti kompleksitasnya permasalahan tersebut.

dog gif GIF
Anjing aja matematis wkwk

Pemecahan masalah menjadi dasar untuk kreativitas dan menghadapi dinamika hidup. Dengan kemampuan complex problem solving kita akan memiliki pola pikir yang induktif dan deduktif kuat loh. Karena ketika kita akan menyelesaikan suatu masalah, kita akan mensintesiskan antara permasalahan dan data. Kemudian mencapai suatu kesimpulan yaitu solusi. Kamu bisa melihat tahapan-tahan dalam pemecahan masalah di bawah ini menurut Robertsen (2017) bisa jadi panduan.

  1. Mengenali dan identifikasi masalah;
  2. Mendefinisikan masalah;
  3. Menganalisis data;
  4. Membentuk strategi;
  5. Mengorganisasikan informasi;
  6. Mengalokasikan sumber daya;
  7. Monitoring progres; dan
  8. Mengevaluasi hasil

Dipikirkan secara sadar memang terlihat rumit, namun proses di atas sering kita lakukan secara tidak sadar.
Dengan kemampuan pemecahan masalah yang komplek, kamu akan sangat dibutuhkan dalam memecahkan masalah baik yang dihadapi oleh dinamika organisasi dan diri. Dalam sebuah organisasi atau pekerjaan akan sangat berguna ketika kita menjadi bagian darinya.

2. Mampu mengasah cara berpikir akan menghantarkan kita pada keputusan yang menguntungkan

Man writes mathematical equations on chalkboard. Source: NewsFeedTime

Berpikir kritis merupakan sesuatu yang harus kita miliki. Karena seringkali kita membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar. Saat ini, isu media masa yang marak akan hoax terus terjadi. Karenanya kamu harus mampu berpikir dengan kritis.

Berpikir kritis atau critical thinking merupakan kemampuan untuk berpikir secara jelas dan rasional tentang apa yang kita lakukan atau apa yang kita percaya. Berpikir kritis berguna untuk memahami bagaimana suatu masalah dan memahami situasi secara logis dan keterkaitan. Dengan berpikir kritis kita akan dihantarkan pada kemampuan mengikuti kaidah pemecahan masalah seperti di atas.

Dalam berpikir kritis menurut Philoshopy hku  akan melibatkan beberapa kemampuan diantaranya

memahami hubungan antara ide yang logis, mengidentifikasi, mengkonstruk, dan mengevaluasi argument, mendeteksi ketidak konsistenan dan masalah yang biasa dalam berpikir, memecahkan masalah secara sistematis, mengidentifikasi ide yang relevan dan penting, dan merefleksikan dalam menentukan nilai dan kepercayaan diri.

Philoshopy hku uk

Oleh karena itu, kemampuan berpikir kritis harus dimiliki oleh setiap individu supaya dapat berperilaku dan bersikap dengan benar. Ditambah itu akan membantu dalam memecahkan suatu permasalahan.

3. Kreativitas merupakan modal utama dalam segala hal termasuk berinovasi

Kreatif harus loh. Source: Pexels

Menjadi orang kreatif memang sangat dibuthkan saat ini. Setiap hari pasti ada sebuah penemuan baru, baik dari segi barang, ilmu, bahkan suatu panduan. Kreativitas disini tentunya bukan hanya soal menghasilkan suatu barang unik, namun bagaimana kita berpikir secara kreatif juga termasuk di dalamnya.

Kreativitas secara mengejutkan naik menjadi soft skill ke tiga yang dibutuhkan di abad ini. Meingkatnya penemuan seperti robot dan barang-barang lainnya serta persaingan produk menjadi latar belakang hal tersebut. Meskipun begitu, kreativitas memang sangat diperlukan baik ketika di sebuah organisasi atau instansi perusahaan.

Kreativitas berarti memandang suatu permasalahan secara terbuka dan luwes. Berani mencoba dan tidak terpaku pada suatu aturan tertentu menjadi modal awal dalam menumbuhkan kreativitas loh. Misalnya ketika kamu menghadapi masalah  tidak memiliki uang, dan solusinya adalah bekerja serabutan misalnya. Dengan berpikir kreatif kamu bisa mencoba melakukan hal positif lain dalam memecahkan masalah tersebut misalnya dengan meminjam untuk berbisnis dsb. Intinya adalah kreativitas bisa membebaskan kita dari suatu hal yang biasa menjadi yang luar biasa tidak dipikirkan orang lain.

Jika kamu menginginkan contoh orang kreatif, kamu bisa melirik penulis novel seperti Tere Liye, Negeri China, Jepang dsb. Mereka terus berinovasi setiap harinya demi memuaskan ide dalam pikirannya dan masyarakat luas tentunya. So, dengan kreativitas kamu akan banyak dihargai dan bisa berkarya.

Untuk tambahan, menjadi orang unik di abad ini akan sangat diperhitungkan loh karena dunia menuntut sesuatu yang beda, tapi tentunya tidak keluar batasan nilai dan norma ya hehe.

4. Setiap hari kita bersinggungan dengan manusia, kemampuan memanage manusia pun jadi tuntutan.

Harus mampu kayak gitu. Source: Pexels

Populasi manusia yang semakin terus bertemabah membuat kita harus bisa mengatur mereka. Jiwa leadership harus ditonjolkan dalam mengaturnya. Karena mengatur manusia harus memiliki pengaruh kuat terhadap mereka. Lebih jauh lagi, ketika kita mengatur manusia kita harus menjadi panduan dan panutan supaya mereka memandang kita.

Dengan kemampuan memanage manusia, kita akan mampu memobilsasi masyarakat dalam melakukan beragam tujua, seperti mengatur tenaga kerja supaya lebih giat bekerja, membuat suatu acara bersama, bahkan mencapai tujuan bersama. Disini kamu akan diuji bagaimana mentoleransi dan melihat keberagaman manusia untuk disatukan dalam sebuah wadah tujuan baik organisasi, pribadi, perusahaan dsb. Sehingga akan tercipta iklim yang bersinergi.

5. Tidak hanya mengatur, tapi kita harus mampu berkoordinasi dengan orang lain.

Noh harus terkoordinis. Source: SCMP

Disamping kita mengatur manusia, kita juga harus mampu berkoordinasi dengan mereka. Berkoordinasi memungkinkan kita untuk saling bekerja sama dalam mencapai suatu kepentingan atau konsensus bersama.

Kemampuan ini menonjolkan sikap team work dalam bekerja. Karena kita tidak berdiri sendiri dan memerlukan orang lain baik ketika berada dalam tim atau di luar tim.

Koordinasi

Kemampuan berkoordinasi dengan orang lain atau Coordinating with others akan diperlukan. Ketika kita berkoordinasi dengan orang lain kita akan menghargai orang lain, menjadi pendengar yang aktif, membangun sebuah tim, mematuhi aturan, mengorganisasi dan mendeskripsikan aturan bersama, dan bernegosiasi. Artinya disamping kita memiliki kepentingan sendiri, kita juga dituntut untuk menghargai orang lain yang bermitra dengan kita.

6. Kecerdasan emosional merupakan potensi penting dalam bersikap dan berperilaku.

Beremosi Source: Pexels

Kecerdasan emosi sekarang menjadi sangat diperhitungkan dimana-mana. Kecerdasan emosional berarti mampu menempatkan emosi sesuai dengan lingkungan atau keadaan sekitar. Sehingga yang diperlukan dalam kecerdasan emosional yaitu kematangan dalam emosi.

Menurut Chaplin (1981) kematangan emosi adalah suatu keadaan atau kondisi mencapai tingkat kedewasaan dari perkembangan emosional dan karena itu pribadi yang bersangkutan tidak lagi menampilkan pola emosional dan karena itu pribadi yang bersangkutan tidak lagi menampilkan pola emosional yang pantas bagi anak-anak.

Chaplin, 1981

Ciri-ciri dari kecerdasan emosional adalah tahan terhadap frustasi, memiliki motivasi internal, mampu mengendalikan diri, tidak berlebihan baik dalam kesenangan atau kesedihan, tahan stres, berempati pada sesama, berdo`a, memiliki self-efficacy yang tinggi, bertanggung jawab, integritas dsb.

Contohnya yaitu integritas. Dengan memiliki integritas, kita tidak hanya memiliki percaya pada orang lain namun pada diri juga. Artinya yaitu memiliki konsep, karakter kuat, pribadi yang jujur pada diri sendiri dan orang lain.

Dengan kecerdasan emosi kita akan mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial dimanapun. Karena orang yang memiliki kecerdasan emosional akan mudah diterima, dan akan menunjukan kewibawaan pada pribadi.

7. Kemampuan menilai dan membuat keputusan akan berguna dalam menyongsong ekonomi 2020.

Pilih dia atau aku hehe. Source: Pexels

Seperti dalam skills sebelumnya kemampuan judgement and decision making atau kemampuan menilai dan membuat keputusan saling berkaitan dengan kemampuan lainnya. Dengan memiliki kemampuan memutuskan dan menilai kita akan diarahkan pada perilaku yang rasional.

Contoh dari kemampuan mengambil keputusan biasanya diulas dalam teori ekonomi perilaku, dimana orang akan dihadapkan pada dua pilihan. Secara rasional orang akan memilih kepastian dan kerugian kecil. Sehingga perlunya untuk menilai suatu secara rasional akan menentukan pengambilan tindakan yang kita lakukan.

Dalam kemampuan ini, kita juga perlu mampu berpikir secara kritis. Karena dalam menilai, kita juga akan menggunakan cara berpikir yang sistematis-logis. Kita akan banyak mempertimbangkan untung-rugi dalam mengambil keputusan. Karenanya kemampuan mengolah dan mensintesiskan data akan berguna pada kemampuan lainnya.

Banyak sekali teori dalam decision making, kamu bisa baca lebih lanjut dalam buku-buku Cognitive psychology. Disana dijelaskan juga tentang berpikir logis, penyelesaian masalah, berpikir kreatif dsb.

8. Mengedepankan pelayanan akan membuat pelanggan atau orang lain nyaman dengan kita.

Kemampuan melayani orang lain perlu loh. Source: Pexels

Ketika kita melihat suatu perusahaan jasa, pasti ada istilah “kepuasan pelanggan adalah prioritas kami” atau semacamnya. Ini berarti kemampuan untuk melayani orang lain akan sangat diperlukan. Kita harus bisa totalitas memperlakukan orang lain, baik mereka sebagai atasan atau bawahan jika dalam organisasi.

Singkatnya dalam kemampuan orientasi pelayanan adalah mampu membantu atau melayani orang lain tanpa pandang orang.

Ketika menumbuhkan kemampuan melayani, kita akan juga menggunakan kecerdasan emosional. Karena akan melibatkan bagaimana kita menilai sebuah situasi dan merespon secara emosi. Contohnya sama seperti di atas, saat melayani seseorang, kita harus mampu berinegritas. Integritas yang memiliki kemampuan untuk bertindak sesuai nilai, norma, dan etika disuatu lingkungan.

9. Ketika berkoordinasi dengan orang lain tentunya kamu harus punya skill Negosiasi.

Nego dikit bro. Source: pexels

Negosiasi merupakan sebuah proses penyelesaian kepentingan berbeda antara kita dan orang lain. Dalam sebuah iklim organisasi, negosiasi harus dimiliki oleh setiap orang. Karena dengan bernegosiasi kita akan mampu mengkomunikasikan apa keinginan kita dan mempertimbangkan kepentingan orang lain. Sehingga akan mencapai sebuah kesepakatan bersama.

Sebenarnya negosiasi bukan perkara asing, kita juga sering melakukannya misal ketika di pasar. Istilah populernya yaitu tawar-menawar.

Kemampuan negosiasi menjadi penting karena ketika kita mencoba berkoordinasi dengan orang lain dan melakukan transaksi bersama, kita dituntut untuk pandai bernegosiasi. Ini ditujukan supaya kedua belah pihak tidak merasa dirugikan.

10. Cara berpikir kita jangan terlalu kaku, karena akan tertinggal jaman loh kamu harus memiliki fleksibilitas kognitif.

Banyak ide. Source: Pexels

Fleksibilitas kognitif yang dimaksud adalah mampu berpikir secara terbuka dan lancar diberbagai kondisi. Dengan memiliki kemampuan berpikir fleksibel, individu akan lancar, lentur, dan orisinil dalam menghasilkan buah pikirnya.

Dalam sebuah penelitian dari Efi O S dan Iman S fleksibilitas kognitif memiliki pengaruh yang kuat proses pemecahan masalah. Hadirnya kelenturan kognitif dalam diri akan memunculkan kreativitas kamu dalam menyelesaikan suatu masalah. Karena inti dari fleksibilitas kognitif yaitu kamu mampu berpikir dengan diikuti tindakan sesuai dengan situasi yang dihadapi.

Penutup

Well, untuk kali ini artikel 10 soft skill yang harus kamu miliki dalam menghadapi tahun 2020 dicukupkan sampai disini. Semoga ini bisa membantu kamu dalam menghadapi pesat dan ketatnya persaingan global.

Dengan kemampuan dan panduan di atas kamu diharapkan akan lebih siap lagi dalam kehidupan bermasyarakat modern. Sehingga kamu tidak akan ketinggalan jaman dan bisa menyesuaikan dengan tuntutannya.

Terima kasih.

Bacaan Lebih Lanjut

Sumber The Future of Jobs (World Economic Forum 2017). https://www.weforum.org/agenda/2016/01/the-10-skills-you-need-to-thrive-in-the-fourth-industrial-revolution/

Philoshopy hku hk

Robertsen S. Ian, (2017), Problem Solving Perspectives from Cognition and Neuroscience, New York: Routledge.

Chaplin J.P., Terj. Kartono K., Kamus Lengkap Psikologi, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1981.

Goldstein Bruce E., (2008), Cognitive Psychology: Connecting Mind, Research, and Everyday Experience, Wadsworth: Thomson Wadsworth.

Arif Budiman

Penyuka langit biru di antara pepohonan yang hijau

This Post Has 3 Comments

Punya Pertanyaan atau Komentar untuk Kontributor?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu