Orang Miskin Baru. Loh, bukan Orang Kaya Baru?

Bukan Orang Kaya Baru, tapi Orang Miskin Baru. Source : Google Image

Ini adalah sebuah cerita kehidupan nyata. Nyata terjadi di dalam hidupku. Aku beranikan bercerita disini untuk kalian ambil hikmahnya atas semua yg terjadi.

Pendahuluan

Semua berawal di tahun 2011…ketika suamiku bertemu dengan teman masa sma nya…

Singkat cerita… Si teman (sebut aja si A) menawarkan bisnis yg keuntungannya sgt menggiurkan, cukuplah labanya buat jalan-jalan ke eropa atau keliling dunia. Suamiku pun tergiur. Bisnis kecil-kecil yang kami jalankan selama ini pun mulai goyang, karena perhatian mulai tertuju ke bisnis sim salabim itu. Lambat laun bisnis pertama kami ambruk tergerus bisnis sim salabim. Untuk menutupi hutang, kami terpaksa menjual semua aset yg kami miliki. Mulai dari rumah 5 biji, mobil 10 biji, dll…

Jadilah kami jatuh miskin!

Saudara dan teman bukannya membantu, namun malah menjauhi keluarga kami. Gaya hidup yg biasanya kami nikmati terpaksa kami tinggalkan. Dan parahnya, saya tidak tahu cara nya untuk survive disaat miskin.

Seiring dgn waktu, aku mulai belajar sedikit-sedikit untuk menyesuaikan bagaimana menjadi orang miskin. Kalau saat dulu saat ada uang kami selalu mengutamakan kualitas bahan makanan, sekarang mottonya diganti yang penting bisa dimakan. Contohnya kalau lagi kepingin bakso, kami cari bakso yang ada disekitaran kawasan pabrik (disekitar kami banyak pabrik) kenapa? Ya krn harganya murah. Kalau butuh untuk beli sabun cuci baju, kebutuhan rumah tangga, dll pasti nyarinya harga paling murah. Kualitas? Apa itu ?

Kalau sakit kami pergi ke puskesmas. Kalau sakit dan perlu dirawat di rumah sakit, kami ada BPJS, walau antri kami harus jalani. Kalau dulu duit selalu penuh didompet dengan warna merah semua plus atm, kartu kredit, sekarang dompetku isinya kertas struk belanja, tagihan SPP sekolah anakku, duit receh kumal (dulu mana ada seperti itu?)

Hikmahnya apa sih?

Jadi hikmah yang bisa pembaca ambil adalah jika suatu saat teman/ kenalan/ saudara dll menawarkan bisnis dgn hasil keuntungan yg menggiurkan, waspadalah! Karena keuntungan bisnis yg tinggi sama dengan resiko yang tinggi.

Jika mau bermain2 dgn andrenalin silahkan, saya sih ogah, udah kapok!

Saya tulis ini karena saya bertemu dengan orang yg mengalami hal yang sama… Coba saja jika orang tersebut ngobrol dgn saya sebelum terjadi, mungkin saya bisa memberi pendapat yg lain.

Tapi itu semua sudah terjadi, semua adalah bagian dari takdir yang harus dijalani.

Jadi jika ada istilah Orang Kaya Baru… sekarang padanan katanya Orang Miskin Baru. Selamat datang ke klub orang miskin.

Penutup

That’s all mengenai sharing salah satu penulis kami mengenai Orang Miskin Baru . Semoga ada hikmah yang dapat kita ambil bersama. Kalau ada pertanyaan, jangan sungkan isi kolom komentar dibawah ya, bagi yang mau sharing pengalamannya juga welcome banget 🙂

Jika kamu suka menulis tapi merasa membuat&mengurus blog ribet, kamu bisa langsung berkontribusi di Cerdaskan.ID! Kamu tidak perlu membuat akun, dan tulisanmupun bisa kamu kirim lewat chat atau metode lain, dimana tim kami bisa bantu melakukan editing agar asik dibaca banyak orang! Lihat bagaimana caranya

Punya Pertanyaan atau Komentar untuk Kontributor?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu