Mengintip Sistem Pendidikan di Korea Selatan

Kali ini Cerdaskan.ID akan membahas mengenai pendapat penulis tentang sistem pendidikan di Korea Selatan, penasaran kan? Yuk lanjutkan baca kebawah..

Apa sih yang terbesit dipikiran kalian ketika mendengar kata “Korea Selatan?” pasti K-Pop dan drama. Semenjak adanya Hallyu a.k.a. korean wave, memang segala sesuatu tentang Korea Selatan mulai dari budaya, teknologi, musik, drama, sampai makanan mereka jadi rise to fame alias terkenal di seluruh dunia.

Pendidikan di Korea Selatan. Source : Serambimata.com

Fakta Mengenai Sistem Pendidikan Korea Selatan

Pernah ngga sih kalian penasaran sama sistem pendidikan di sana? Bagaimana ya sistem pendidikan yang diterapkan di Korea Selatan sampai mereka menjadi seperti yang sekarang ini?

Keberhasilan negara Korea Selatan dipengaruhi oleh Pendidikan

Ternyata, keberhasilan Korea Selatan yang mereka capai sekarang tidak bisa lepas dari pengaruh sistem pendidikan disana, lho. Bukan hanya dalam bidang budaya serta teknologi saja yang terdepan, tetapi dalam bidang pendidikan pun Korea Selatan juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Korea Selatan dinobatkan sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia kedua setelah Finlandia. Bahkan, 70% masyarakat berusia 24-35 tahun atau sekitar 51.5juta orang telah menyelesaikan pendidikan tingkat tingginya yang mana adalah tertinggi di dunia. 

Pada tahun 1950 Korea Selatan terlibat perang saudara dengan Korea Utara yang mengakibatkan sulitnya situasi untuk Korea Selatan. Negara yang saat ini adalah negara ke-12 dengan ekonomi terkuat di Dunia, saat itu masih termasuk salah satu negara termiskin di dunia. Pada tahun 1980, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Korea Selatan mencanangkan reformasi di seluruh bidang termasuk pendidikan. Pendidikan menjadi investasi utama Pemerintah Korea Selatan dalam membangun sumber daya manusia. Selain pendidikan, Pemerintah Korea Selatan juga sangat mendukung kegiatan yang berkaitan dengan riset dan inovasi teknologi. Langkah-langkah Pemerintah Korea Selatan dalam pembangunan di sektor pendidikan sangat didukung oleh masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pendidikan tingkat tinggi dari 539.000 orang pada tahun 1980 menjadi 3.3 juta orang pada tahun 2015 menurut data UNESCO.

Cara belajar siswa Korea Selatan, 14 jam sehari!

Lalu bagaimana sih cara belajar para pelajar di Korea Selatan? Untuk pendidikan disana, hampir sama dengan di Indonesia. Pendidikan dibagi menjadi empat yaitu tingkat dasar, menengah, atas, dan perguruan tinggi. Untuk pendidikan dasar di Korea dilakukan selama 6 tahun, kemudian pendidikan menengah selama 3 tahun, dan pendidikan atas selama 3 tahun, lalu dilanjutkan dengan pendidikan tinggi atau universitas. Mereka belajar 5 hari dalam 1 minggu. Yang membedakan adalah jika di Indonesia para siswa belajar 8 – 9 jam sehari, para siswa Korea Selatan belajar bisa sampai 14 jam per hari. 14 jam!!! Bahkan rata-rata mereka menghabiskan 16 jam sehari untuk belajar.

Untuk kelas formal sendiri biasanya dimulai pada pukul 08.00 pagi hingga jam04.00 sore, sehabis itu dilanjutkan bersih-bersih kelas. Setelah membersihkan kelas, para murid mempunyai waktu belajar mandiri tambahan yang wajib mereka ikuti setelah kelas yang biasa disebut hagwon. Hagwon ini batasnya sampai jam 10.00 malam! Stereotip bahwa orang Asia Timur (Cina, Jepang, Korea) adalah pekerja keras bukanlah isapan jempol semata. Walaupun mereka sudah belajar 14 jam di Sekolah, kadang setelah hagwon mereka bisa les tambahan di institusi pendidikan swasta setelah itu. Bahkan di beberapa daerah, ada patroli khusus ke sekolah-sekolah agar hagwon tidak lebih dari jam 10 malam. Wah ternyata bukan hanya worka holic ya, mereka juga study holic ya. Bahkan 53% dari pelajar SMA disana mengaku kurang tidur, dan 90% dari mereka mengaku bahwa mereka hanya punya waktu santai kurang dari 2 jam di akhir pekan.

Kerja Keras Bagai Quda

Sebenarnya, belajar keras bagai kuda ini adalah hal yang lumrah bagi orang Korea Selatan. Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan peringkat dan nilai terbaik. Jika mereka mendapat peringkat yang bagus, maka mereka bisa masuk ke perguruan tinggi favorit, apabila mereka lulus dari perguruan tinggi favorit maka mereka akan mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang besar dan mendapatkan pendapatan yang besar juga. Di Korea Selatan, lulusan top 3 universitas (Seoul National University, Korea University, dan Yonsei University yang biasa dikenal dengan “SKY” University) di sana merupakan orang-orang yang mengisi pos-pos jabatan tinggi pemerintahan dan juga menejerial di perusahaan-perusahaan multinasional berpengaruh di Korea. Oleh karena itu, ujian masuk universitas di sana atau yang dikenal dengan CSAT (College Scholastic Ability Test) adalah medan perang bagi pelajar di sana. Persaingan yang sangat ketat dan juga tekanan yang begitu tinggi dirasakan para pelajar agar mereka bisa masuk ke universitas terbaik. Oleh karena itu selain mendapat predikat sistem pendidikan terbaik, Korea Selatan juga mendapat julugan sebagai sistem pendidikan yang “penuh tekanan, brutal, otoriter, kompetitif, dan meritokratis”

Ekspor siswa ke luar negeri sebanyak mungkin

Di ruang lingkup internasional pun, negara Korea Selatan adalah negara dengan pengirim pelajar ke luar negeri terbanyak setelah Cina. Puncaknya pada tahun 2011 dimana 128.994 orang Korea merupakan pelajar internasional yang sedang belajar di luar negeri. Hal ini dilatarbelakangi banyak hal, mulai dari tingginya tren untuk belajar ke luar negeri, dan meningkatnya permintaan atas pendidikan dalam berbahasa Inggris bagi masyarakat Korea.

Siswa depresi dikarenakan tekanan ingin mencapai pendidikan terbaik

Walaupun Pendidikan di Korea Selatan dianggap sebagai sistem pendidiakn terbaik di dunia, namun ternyata sistem pendidikan tersebut mempunya efek samping negatif. Efek negative dari sistem pendidikan Korea Selatan ini adalah munculnya masalah-masalah dikalangan para remaja. Contohnya saja tingginya tingkat bunuh diri dikalangan pelajar disana. Adapun alasan mengapa tingkat bunuh diri tinggi disana adalah karena ketakutan mendapatkan nilai yang buruk dan kegagalan masuk universitas. Selain itu, sistem pendidikan disana telah mencetak pelajar-pelajar yang dikenal sangat gila belajar, pelajar yang gila melakukan tes, dan pelajar yang gila mendapatkan pelajaran tambahan. Disana juga menjamur berbagai institusi belajar tambahan yang harganya tidak murah. Institusi-institusi swasta tersebut bersaing dengan menjanjikan bahwa anak-anak mereka akan diterima di universitas terbaik di Korea Selatan. Selain itu juga, tekanan yang tinggi bagi pelajar disana telah menjadikan angka kasus mengkonsumsi minuman keras dibawah umur semakin tinggi.

Reformasi sistem pendidikan yang lebih manusiawi

Saat ini, dibawah kepemimpinan Moon Jae-In yang berasal dari partai kiri, Pemerintah berencana untuk mereformasi pendidikan di Korea Selatan. Mereka ingin menciptakan sistem pendidikan yang lebih ramah bagi para pelajar dengan menurunkan tingkat kompetitif yang sekarang kini ada. Usulan Presiden Moon adalah dengan mengintegrasikan sistem pendidikan tinggi di Universitas menjadi sistem yang satu padu dalam sebuah sistem pendidikan besar terpadu. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi tingkat kompetisi antar insititusi pendidikan tingkat tinggi di Korea dan juga untuk menyeimbangkan kesempatan bagi pasar pekerja yang saat ini hanya didominasi oleh tiga universitas terbaik saja (“SKY” University). Kendati masih menjadi rencana dan menimbulkan pro kontra di sana, tetapi langkah yang diambil oleh Presiden Moon merupakan langkah yang ambisius dalam memperbaiki sistem pendidikan disana.

Penutup

Nah, cukup sekian pendapat penulis, kira-kira seperti itulah sistem pendidikan di Korea Selatan. Bagaimana menurutmu? Apakah tertarik untuk belajar disana?

Jika kamu suka menulis tapi merasa membuat&mengurus blog ribet, kamu bisa langsung berkontribusi di Cerdaskan.ID! Kamu tidak perlu membuat akun, dan tulisanmupun bisa kamu kirim lewat chat atau metode lain, dimana tim kami bisa bantu melakukan editing agar asik dibaca banyak orang! Lihat bagaimana caranya

Sumber : https://wenr.wes.org/2018/10/education-in-south-korea diakses 15/11/2018 pukul 11:43 WIB

Punya Pertanyaan atau Komentar untuk Kontributor?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu