Apasih Leaderless Group Discussion (LGD) Itu? Yuk Simak Contoh Kasusnya!

Kali ini Cerdaskan.ID akan memuat artikel mengenai salah satu teknik dalam diskusi yaitu Leaderless Group Discussion (LGD) beserta contoh kasusnya.

Yuk bagi kamu yang belum tahu teknik Leaderless Group Discussion dalam diskusi yang biasanya digunakan dalam seleksi beberapa penyedia beasiswa atau tes kerja, yuk simak artikel di bawah ini!

Pendahuluan

Mungkin di antara kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah Leaderless Group Discussion atau LGD. Terutama jika kamu yang sekarang berstatus (atau pernah menjadi) fresh graduate, istilah ini sering banget masuk ke telinga. Salah satu organisasi yang sering menggunakan metode ini dalam menyeleksi orang yaitu Lembaga Penyedia Dana Pendidikan (LPDP). So, bagi kamu yang punya mimpi indah dalam meraih LPDP harus tahu apa itu LGD.

Baca juga : Apa Sih Focus Group Discussion atau FGD itu?

LGD merupakan sarana diskusi dalam seleksi bidang akademis. Source: Pexels.com

Ketika kamu coba mengetikkan keywords di google seputar Leaderless Group Discussion, hasil pencariannya lebih banyak berkisar pada LGD untuk tes LPDP. Ini artinya LGD memiliki peran yang sangat sentral dalam sebuah penyeleksian di suatu lembaga. Karena dengan melakukan LGD kita dapat mengetahui karakteristik yang penting dimiliki oleh seorang kandidat, seperti kepemimpinan, tingkahlaku dalam menghadapi segala situasi, sikap pada orang lain dan lain sebagainya.

LGD secara harfiah diartikan sebagai kelompok diskusi tanpa pemimpin. Maksudnya bukan berarti diskusi bebas dalam kekosongan pemimpin atau vacum of power guys. Jadi setiap individu memiliki kebebasan yang sama, dan juga berhak mengajukan diri menjadi moderator atau fasilitator.

Leaderless Group Discussion

Sebelum beranjak ke pembahasan yang lebih jauh, seperti biasa mari kita lihat Leaderless Group Discussion secara definitif terlebih dahulu.

Biasanya duduk melingkar dalam LGD. Source: Youm7.com

Leaderless Group Discussion atau LGD adalah diskusi kelompok tanpa ditunjuknya seorang pemimpin, yang mana kedudukan semua anggota sama pada awalnya. Kondisi demikian merupakan sebuah simulasi bagi suatu kelompok yang mengikuti diskusi dalam keadaan tertekan dan tanpa arah. Sehingga dengan kondisi demikian akan terlihat bagaimana kepribadian individu dalam caranya bekerjasama, menanggapi suatu masalah, berinteraksi satu sama lain, bahkan motivasi dan persepsinya dalam mengemukakan pendapat.

Keberlangsungan LGD sepenuhnya berada pada peserta. Tugas assessor hanyalah mengamati. Di awal, assessor hanya akan menyediakan durasi waktu diskusi dan tema atau masalah yang akan dibahas. Ini sebabnya dalam LGD memiliki tekanan yang kuat karena ibaratnya kita seperti dibekali resource terbatas untuk dikelola mandiri bersama kelompok tanpa adanya arahan.

Point yang Didapat dari Leaderless Group Discussion

Leaderless Group Discussion (LGD) juga memiliki beberapa poin penting yang akan dinilai oleh para assessor tentang diri kita. Sederhananya, beberapa karakteristik kepribadian kita terutama yang dibutuhkan oleh assessor untuk memilih kita sebagai kandidat yang diinginkan. Misalnya cara kita berkomunikasi, persepsi atau pandangan kita, sikap dalam pengambilan suatu keputusan,  dan lain sebagainya.

Leaderless Group Discussion

Leaderless Group Discussion (LGD) juga memiliki beberapa poin penting yang akan dinilai oleh para assessor tentang diri kita. Sederhananya, beberapa karakteristik kepribadian kita terutama yang dibutuhkan oleh assessor untuk memilih kita sebagai kandidat yang diinginkan. Misalnya cara kita berkomunikasi, persepsi atau pandangan kita, sikap dalam pengambilan suatu keputusan,  dan lain sebagainya.

Dalam Leaderless Group Discussion (LGD) akan ditemukan berbagai macam pandangan. Source: indiaeducation.net

Ketika Leaderless Group Discussion (LGD) berlangsung, kemampuan komunikasi yang baik akan menguntungkan peserta sehingga assessor dapat memahami pesan yang disampaikan peserta. Selama LGD berlangsung akan nampak kemampuan seseorang dalam menganalisis permasalahan, mengambil keputusan, serta kemampuan meyakinkan orang lain terhadap ide yang dikemukakan.

Baca juga : Cara membuat CV bahasa Inggris yang menarik dan benar.

Di samping hal-hal yang disebutkan di atas, beberapa aspek yang juga akan muncul ketika Leaderless Group Discussion yaitu berpikir analitis, kestabilan emosi, penyesuaian diri dengan orang lain, tindakan kerjasama, dan sikap kepemimpinan. Berpikir analitis tentunya sangat terlihat dari respon peserta terhadap masalah yang sedang didiskusikan. Stabilitas emosi akan muncul disaat peserta dituntut untuk menghargai orang lain dan diharuskan untuk mendengarkan. Kemudian, kerjasama kelompok berkaitan dengan kemampuan membagi waktu setiap peserta untuk mengemukakan pendapatnya seefektif mungkin. Terakhir kepemimpinan, dimana orang yang memiliki jiwa pemimpin akan mencoba mengarahkan orang lain akan pandangan yang dimilikinya.

Di bawah ini merupakan rangkuman dari aspek yang biasanya dinilai dalam LGD :

Tabel yang berisi aspek penilaian dalam LGD

Tips Menghadapi LGD

Ketika kita mengikuti LGD biasanya ada suatu maksud yang ingin digapai baik itu saat seleksi karyawan atau beasiswa LPDP. Oleh sebab itu, untuk bisa lulus dari tes LGD, kamu perlu mengetahui beberapa tips menghadapinya. Inilah beberapa tips dalam LGD yang sudah saya rangkum untuk kamu :

Baca dan pahami beragam isu nasional atau yang relevan dengan tujuan pihak penyeleksi

Poin ini sangat penting. Seperti yang sudah kamu ketahui, LGD merupakan bagian dari diskusi. Tentunya dalam diskusi ada suatu masalah atau topik yang akan diangkat untuk dibahas. Oleh karenanya, kamu harus selalu update dengan isu atau masalah yang sehari-hari berskala nasional jika kamu pendaftar LPDP. Tidak cukup sampai di sana, kamu harus banyak membaca buku untuk menguatkan argumen kamu dalam menganalisis masalah.

Baca juga: Mengapa Indonesia sering terjadi bencana alam? Ini penjelasannya.

Catat point penting dari pendapatmu dan pendapat orang lain

Dalam LGD, kamu akan diberikan satu lembar kertas yang boleh kamu gunakan untuk mencatat, namun tidak untuk menggambar. Di kertas tersebut, kami bisa menuliskan poin penting pendapatmu maupun pendapat orang lain. Tujuannya, selain untuk menghargai pendapat orang lain, kamu juga dapat mengingat poin-poin yang akan kamu sanggah. Jangan lupa mencatat poin penting pendapat kamu ya, supaya nanti tidak lupa ketika akan menyampaikannya.

Sampaikanlah pendapat dengan cara yang baik

Ketika tiba giliran kamu menyampaikan pendapat, kamu harus menyampaikannya dengan manner yang baik dan sopan. Pertama, kamu bisa memberikan salam dan perkenalan diri singkat. Jangan lupa senyum! Setelah itu kamu bisa menyampaikan pendapat. Jika kamu tidak setuju dengan orang lain, ucapkan lah ketidaksetujuanmu itu dengan sopan dan gesture yang baik. Kemudian setelah selesai berpendapat, jangan lupa berterimakasih. Jangan terlalu banyak bicara ngalor-ngidul sehingga melupakan durasi yang telah ditetapkan.

Berlatihlah sebelum menghadapi LGD

Sama halnya dengan tahap seleksi yang lain, kamu perlu melakukan latihan. Latihan akan berfungsi sebagai simulasi diri kamu mempersiapkan diri menghadapi suasana sebenarnya. Dengan latihan kamu akan tahu apa saja yang harus kamu lakukan ketika LGD. Di samping itu, tubuh kamu akan menjadi terbiasa dan rileks.

Contoh Kasus LGD dan Penyelesaiannya

Untuk contoh kasus yang didiskusikan dalam LGD, saya mengutip artikel dari Primsprims. Kasusnya sebagai berikut :

Masalah yang dibahas dalam Leaderless Group Discussion (LGD) tergantung instansi yang mengadakan. Source: Twitter

Kasus yang dibahas yaitu sebuah perusahaan yang mengalami penurunan terus menerus. Peserta disimulasi bertindak sebagai konsultan yang ditunjuk perusahaan untuk memberikan solusi supaya perusahaan itu bisa bersinar kembali. Karena dana perusahaan terbatas, solusi yang diberikan hanya satu. Diberikan juga data-data mengenai profil perusahaan dan manajemennya, serta kondisi di lingkungan perusahaan tersebut. Selain itu juga, diberikan data-data perusahaan lain yang sama dan setingkat di atasnya.

Primsprims

Untuk menyelesaikan kasus ini, kamu harus paham benar mengenai dinamika perusahaan yang sedang krisis. Pengetahuan umum yang kamu dapat dari banyaknya baca buku dan melek berita terkini dapat memudahkan kamu dalam merangkai kata. Selain itu juga, pengetahuan kamu seputar konseling harus sangat matang. Karena di sana kamu dimintai hanya satu solusi yang bisa menyelamatkan perusahaan dengan kondisi di ujung tanduk. Kamu harus bisa membandingkan solusi satu dengan yang lainnya dengan memberikan poin kekurangan dan kelebihan dari masing-masing solusi tersebut.

Untuk tips masalah teknis, kamu jangan terlalu aktif karena akan terlihat mendominasi dan egois. Namun, jangan menjadi peserta yang pasif. Ketika mengemukakan ide dan solusi, cobalah memaksimalkan waktu yang sudah disepakati kelompok. Karena jika kamu terlalu cepat, argumen yang kamu berikan terkesan dangkal. Sebaliknya jika terlalu lama dan panjang penjelasannya, maka akan terkesan bertele-tele. Dan jangan lupa juga keefektifan dalam berkomunikasi diperhatikan ya!

Penutup

Oke untuk kali ini cukup sekian informasi yang dapat saya sampaikan. Semoga kamu bisa memahami apa itu Leaderless Group Discussion atau LGD beserta contohnya. Sehingga kamu akan lebih siap lagi dalam menghadapi tahap seleksi LGD. Karena fitrahnya semua orang ingin lulus dan menggapai apapun yang diharapkannya. Jangan bosan untuk belajar dan berdo’a ya. 

Oh ya, jika kamu suka menulis tapi merasa membuat & mengurus blog ribet, kamu bisa langsung berkontribusi di Cerdaskan.ID! Kamu tidak perlu membuat akun, dan tulisanmupun bisa kamu kirim lewat chat atau metode lain, dimana tim kami bisa bantu melakukan editing agar asik dibaca banyak orang! Lihat bagaimana caranya.

Terima kasih.

Daftar Pustaka

Careernews, http://careernews.id/tips/view/4507-Jangan-Takut-Ini-Dia-Tip-Hadapi-LGD

Primsprims, https://primsprims.wordpress.com/2013/11/12/road-to-odp-bank-mandiri-leaderless-group-discussion/

Sahabat Beasiswa, http://sahabatbeasiswa.com/lgd/

Redaksi - Arif Budiman

Penyuka langit biru di antara pepohonan yang hijau

Punya Pertanyaan atau Komentar untuk Kontributor?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu